Berita Karanganyar

Pesan Korban Corona Asal Karanganyar: Kalaupun Saya Mati, Saya Ingin Mati di Rumah

Lokasi sekitar tempat tinggal almarhum tetap diisolasi. Pesan saya ojo sembrono, patuhi anjuran. Saatnya kita bantu siapapun, berbuat baik

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah

Pesan Korban Corona Asal Karanganyar: Kalaupun Saya Mati, Saya Ingin Mati di Rumah

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Istri dari almarhum pasien positif corona asal Desa Sewurejo Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar sudah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif.

Diketahui pasien positif berinisial CW (75) meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah pada Kamis kemarin.

Prosesi pemakaman sesuai protap pemakaman virus corona telah dilangsungkan di pemakaman setempat kemarin malam.

1 Kos di Solo Dikarantina karena 1 Orang Positif Corona, Tak Ada Gejala, Ini kronologi Tertular

Promo Superindo 17-19 April 2020, Akhir Pekan Jelang Ramadhan Diskon Produk Makanan Sampai 40 Persen

Promo Alfamart Lengkap, Minyak Goreng Mi Instan dan Makanan Lain, Ada Juga Promo Jelang Ramadhan

Promo Indomaret Akhir Pekan 17-19 April 2020, Cuma 3 Hari, Diskon Minyak Goreng hingga Makanan

"Istrinya sudah dilakukan rapid test dan hasilnya negatif. Akan dilakukan rapid test beberapa hari lagi sesuai ketentuan," kata Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono kepada Tribunjateng.com, Jumat (17/4/2020).

Selanjutnya petugas kesehatan dari bidan desa, dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar akan terus memantau kondisi kesehatan istri dari almarhum yang tinggal sendiri di rumah.

"Lokasi sekitar tempat tinggal almarhum tetap diisolasi. Pesan saya ojo sembrono, patuhi anjuran. Saatnya kita bantu siapapun, berbuat baik untuk semua," jelas Bupati Karanganyar.

Dijelaskannya, sebelum meninggal dunia, kondisi fisik almarhum cukup kuat.

Almarhum juga menitipkan pesan meminta menjalani isolasi mandiri di rumah.

"Kalaupun saya mati, saya ingin mati di rumah. Riwayat penyakit dari almarhum masih kita telusuri dan hasilnya laboratorium (kedua) belum keluar," terangnya.

Juliyatmono mengungkapkan, almarhum diketahui merupakan peserta ijtima ulama di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada Maret lalu.

Mendiang pulang bersama rombongan pada Rabu (25/3/2020) lalu.

Hingga saat ini, tercatat ada tiga pasien positif di wilayah Karanganyar.

Dari tiga pasien tersebut dua pasien asal Desa Sewurejo Kecamatan Mojogedang meninggal dunia.

Sedangkan pasien positif asal Desa Paulan Kecamatan Colomadu saat ini masih menjalani isolasi di RS Kasih Ibu Solo.

"Saya juga mengirim pesan singkat kepada yang bersangkutan. Saya semangati terus," ujarnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved