Berita Perbankan

Peluang Tumbuh Kala Taipan Mulai Angkat Kaki dari Bank Kecil di Tanah Air

Dorongan konsolidasi perbankan sekaligus kewajiban penambahan modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tampaknya membuat ketar-ketir sejumlah taipan

KONTAN/Baihaki
ILUSTRASI. Bank Maspion 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Dorongan konsolidasi perbankan sekaligus kewajiban penambahan modal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tampaknya membuat ketar-ketir sejumlah taipan Tanah Air yang menguasai bank kecil.

Alhasil, banyak taipan yang akhirnya melepas kepemilikan sahamnya di bank kecil.

Bos Maspion Group, Alim Markus melego kepemilikan sahamnya di PT Bank Maspion Tbk kepada Kasikorn Vision Company Ltd, entitas anak KasikornBank PCL yang mengempit 9,99 persen saham Bank Maspion.

Adapula Pieter Tanuri  yang mengundurkan diri sebagai pemegang saham pengendali PT Bank Ina Perdana Tbk.

“Ini langkah aksi korporasi yang sudah direncanakan lama, dan sesuatu yang biasa untuk strategi perbankan memperkuat kinerja,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo, Kamis (16/4).

Pada Senin (13/4) lalu, Kasikorn Vision meneken perjanjian jual beli saham untuk membeli total 30,01 persen saham Bank Maspion.

Unggahan Rahma Azhari Setelah Resmi Dinikahi Pria Bule

9 Pasukan Khusus Wanita Disegani dan Mematikan di Dunia, Cantik tapi Ditakuti

Daftar Promo Alfamart Hari Ini: Serba Mulai Rp 5 Ribu sampai Spesial Ramadan hingga 30 April 2020

WASPADALAH! Penipuan Berkedok Donasi untuk Bantu Penanganan Wabah Corona

Perinciannya berasal dari 13,56 persen milik PT Alim Investindo, 7,07 persen dari PT Maspion, 2,81 persen dari PT Husin Investama, 2,46 persen dari Maspion Investindo, dan 4,11 persen dari lima pemegang saham individu.

“Transaksi tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas kepada layanan jasa perbankan oleh perseroan kepada investor-investor asal yang telah melaksanakan investasinya di Indonesia,” kata Direktur Bank Maspion, Iis Herijati, dalam pengumumannya, Kamis (16/4).

Kontan telah berupaya mengonfirmasi aksi korporasi itu kepad Alim Markus, dan Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim. Sayang, keduanya tak memberi tanggapan.

Meski demikian, pada Januari lalu, Herman sempat bercerita kepada Kontan, kala itu perseroan mulai menggelar uji tuntas sejak akhir 2019 lalu dalam rangka aksi korporasi guna memenuhi kewajiban penambahan modal oleh OJK secara bertahap, yakni minimum Rp 1 triliun pada tahun ini, kemudian minimum Rp 2 triliun pada 2021, dan minimum Rp 3 triliun pada 2022.
Sulit direalisasikan

Ketentuan modal anyar tersebut sejatinya sulit direalisasikan perseroan tanpa ada aksi korporasi, termasuk investor anyar.

Maklum, modal inti Bank Maspion senilai Rp 1,16 triliun pada September 2019 terhitung cekak sebagai bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2, dengan rentang modal minimum Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun.

Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menilai, aksi korporasi itu bisa menjadi peluang bagi Bank Maspion untuk tumbuh dengan kehadiran KasikornBank.

Asal tahu, KasikornBank merupakan satu dari lima bank terbesar di Thailand. Tahun lalu nilai asetnya mencapai 3,19 triliun baht.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved