Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Dua Tenaga Medis RS di Jateng Meninggal Positif Covid-19, Dinkes: Tertular Saat Bertugas

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat sampai saat ini sudah ada 2 tenaga medis rumah sakit yang meninggal positif covid-19.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan, Yulianto Prabowo (kiri) mengumumkan satu pasien baru positif corona di Kota Semarang dan satu PDP meninggal di Moewardi. Pasien yang meninggal belum diketahui hasil pemeriksaannya apakah negatif atau positif, Kamis (19/03/20). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat sampai saat ini sudah ada 2 tenaga medis rumah sakit yang meninggal positif covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengungkapkan, hal itu berdasarkan hasil dari laboratorium PCR.

"Mereka mendapatkan penularan itu saat sedang bertugas di rumah sakit," ungkapnya kepada Tribunjateng, Selasa (21/4/2020).

Refly Harun Dicopot dari Komisaris Pelindo I, Diganti Perwira TNI, Arman Depari dan Politikus Nasdem

Kisah Yenny Wahid Pilih Mundur dari Jabatan Staf Khusus Presiden SBY, Hindari Konflik Kepentingan

Kabar Baik, PLN Akan Diskon Pelanggan Listrik Daya 1.300 VA dan 900 VA Nonsubsidi

Pekan Depan Pemkab Sragen Distribusikan 1 Juta Masker, Selanjutnya Akan Ada Langkah Tegas

Dia menyampaikan, sebenarnya sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) tenaga medis dalam menangani pasien covid-19 yakni dengan melakukan upaya-upaya pengendalian infeksi.

"Cuma mungkin karena ketersediaan atau adanya keterbatasan karena APD masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang ada di ruang isolasi maupun UGD," tuturnya.

Yulianto menuturkan, mamun demikian sekarang ini, ketersediaan APD di rumah sakit cukup.

"Saya menganjurkan, saya minta seluruh tenaga kesehatan di manapun Anda bekerja untuk melakukan upaya-upaya pengendalian infeksi dengan memakai APD sesuai dengan levelnya," tuturnya.

Menurutnya, ada level APD yang digunakan tenaga medis di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan.

"Saya minta seluruh tenaga kesehatan baik yang menangani kasus covid-19 maupun tidak semuanya harus memakai APD tentunya sesuai level-level kasus yang ditangani.

Jadi, tentunya APD itu disesuaikan dengan level kebutuhan, level satu, dua, maupun tiga dan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi," ungkapnya. (kan)

Pamit Buang Hajat, Anwar Ditemukan Meninggal Tertelungkup di Sungai Jragung Demak

Harga Minyak Dunia Anjlok Posisi Terendah Dalam Dua Dasawarsa

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved