Breaking News:

Virus Corona Jateng

MUI Jateng: Salat Tarawih Bisa Dilakukan di Rumah selama Wabah Corona

Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah mengimbau umat muslim melaksanakan ibadah salat tarawih selama bulan ramadan di rumah.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Ketua Umum MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji (depan tengah) memimpin rapat MUI Jateng menyambut bulan suci Ramadan 1414 H di kantor MUI Jateng, Selasa (21/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah mengimbau umat muslim melaksanakan ibadah salat tarawih selama bulan ramadan di rumah.

Anjuran tersebut tertuang dalam keputusan MUI Jateng Nomor : 03 / DP-P.VIII/T/IV/2020, tentang Tausiyah MUI Jateng sebagai panduan ibadah Ramadan 1441 H dalam Situasi Darurat Covid-19.

"Salah satu isi penting dari Tausiyah MUI Jateng ini yakni karena dalam masa darurat corona maka saalat tarawih hendaknya dilakukan di rumah saja, bersama anggota keluarga inti masing-masing," kata Ketua Umum MUI Jateng, KH Ahmad Daroji, dalam keterangan tertulisnya.

Ganjar Terima Usulan Wali Kota Semarang Soal PSBB: Jika Diterapkan Demak dan Kendal Menyesuaikan

Polisi Iba Lihat Kondisi Rumah Pencuri Beras 5 Kg, Kursi dan Meja Saja Tidak Punya

Jawaban Millen Keponakan Ashanty saat Ditanya Kalau Sholat Pakai Sarung Atau Mukena, Intip Fotonya

Yuni Tak Punya Firasat Apapun Melihat 2 Pria di Kebun Kopi Bawen, Apalagi saat Itu siang bolong

Keputusan itu diambil setelah MUI Jateng bersama Komisi Fatwa MUI Jateng menggelar rapat di Kantor MUI Jateng di kompleks Masjid Baiturrahman Simpanglima Semarang, Selasa (21/4/2020).

MUI Jateng mengajak umat Islam di Jateng agar berperan aktif mematuhi protokol kesehatan sebagai ikhtiar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah masing-masing.

Karena itu, pelaksanaan ibadah saat Ramadan seperti salat Jumat, salat jamah rawatib (lima waktu), shalat tarawih, serta kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan yang lain hendaknya dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Kiai Ahmad menyatakan, tausiyah MUI Jateng ini berisi lima poin. Poin pertama, yaitu MUI Jateng menguatkan Tausiyah MUI tentang Menyambut Ramadhan 1441H.

Isi poin pertama yakni hendaknya umat Islam di Jateng menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, dengan memperbanyak shalat sunnah, berdzikir, istiqfar dan tadarus alquran.

"Selain itu, memperbanyak doa agar Covid-19 segera hilang dari muka bumi ini," tegasnya.

Poin kedua, kata dia, tiga masjid besar di Kota Semarang, yakni Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Gayamsari dan Masjid Baiturrahman Simpang Lima, serta masjid-masjid agung kabupaten/kota se Jawa Tengah hendaknya dapat menjadi contoh pelaksanaan dan pengaturan ibadah dalam situasi darurat Covid -19.

Poin ketiga yakni dalam rangka meringankan beban ekonomi umat, maka Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan lembaga lainnya hendaknya meningkatkan perannya dalam menghimpun dan men-tasharruf-kan atau membagi harta zakat baik mal dan fitrah.

Poin keempat yani MUI Jateng mengajak umat Islam untuk meningkatkan solidaritas dan saling membantu antar sesama, khususnya antar tetangga di suatu kawasan.

"Sedangkan poin kelima, tausiyah ini ditujukan kepada seluruh umat Islam di Jawa Tengah, para pengelola masjid/ musala. Karena itu, MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) kabupaten/kota se-Jateng diharapan mensosialisasikan tausiyah ini," imbuhnya.

(mam)

Saya Tidak Yakin Liga 1 2020 Dilanjutkan, Kata Legenda Persija Jakarta

BREAKING NEWS: Pasien Positif Corona Meninggal di RSI Harapan Anda Kota Tegal

Kisah Sukses Gapoktan Tani Subur Kabupaten Semarang, Giling Padi 1,5 Ton per Hari

Layak Dicontoh, Ibu-ibu Dasa Wisma Karangnangka Banyumas Jadi Ujung Tombak Lawan Corona

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved