Berita Semarang

Dinkes Kendal Cek Kesehatan 103 Santri Sebelum Pulang ke Rumah Masing-Masing

103 santri laki-laki Pondok Pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang melakukan cek kesehatan sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Santri Ponpes Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang dicek kesehatannya oleh petugas Dinkes Kendal sebelum pulang ke desa masing-masing, Rabu (22/4/2020) di Halaman Stadion Utama Kebondalem. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 103 santri laki-laki Pondok Pesantren Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang melakukan cek kesehatan sebelum kembali ke rumah masing-masing.

Pengecekan kesehatan meliputi suhu tubuh dan keluhan-keluhan seperti batuk, demam, serta keluhan sakit lain.

Cek kesehatan dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Rabu (22/4/2020) di halaman depan Stadion Utama Kebondalem.

Tugimin Lambaikan Tangan Minta Tolong, lalu Muntah Darah dan Roboh, Warga Tanjung Mas Semarang Geger

Ika Curhat Dipaksa Makan 50 Cabai dan Dipukuli Majikannya di Semarang: Kamu Tak Bunuh Itu Hakku

Kronologi Kecelakaan Motor Vs Truk di Semarang, Pria Pekalongan Bernama Rukimanto Tewas

Indomie yang Mangkoknya Kosong Sudah Tersedia di Semarang, Begini Isinya

Datang menggunakan dua armada bus, seluruh santri harus antre periksakan diri guna mencegah penyebaran virus corona kepada keluarga masing-masing.

Hasilnya, tak ada satupun santri yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, namun terdapat beberapa yang mengalami gejala demam maupun batuk-batuk.

Koordinator screaning kesehatan Dinkes Kendal, Novie Saptaning Tias, mengatakan semua santri terdata sebelum dipulangkan ke tempat masing-masing untuk melakukan isolasi mandiri.

Terlebih bagi santri yang mengalami gejala demam atau batuk pilek untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas setempat.

“Hari ini Dinas Kesehatan melakukan penerapan serangkaian tes atau prosedur yang dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan kesehatan atau penyakit tertentu (screaning) kepada para santri dari Pondok Syubbanul Wathon Tegalrejo, dan alhamdullilah hasilnya semuanya baik,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Kata Novie, dalam proses pemerikasaan tak ditemukan santri dengan suhu di atas batas rata-rata.

Pihaknya pun tetap mendata semua alamat santri guna dilakukan pemantauan serta disarankan untuk mengisolasi diri minimal 14 hari ke depan.

"Alhamdulillah semua sudah diperiksa dan hasilnya bagus tidak ada yang mengalami gejala," terangnya.

Pemerikasaan kesehatan ini dilakukan selama 2 hari.

Setelah memeriksa santri laki-laki hari hari ini, pemeriksaan dilanjutkan esok hari, Kamis tanggal 22 April khusus kepada satri perempuan dari ponpes tersebut.

Mujtahidin satu di antara wali santri yang hadi asal Desa Nolokerto, menyampaikan pihaknya sangat mendukung adanya upaya Dinkes untuk mengecek kesehatan para santri.

Hal itu guna menambah rasa aman bagi santri sebelum berkumpul kembali kepada keluarganya.

"Ini bagus ada perhatian Pemda kepada para santri karena telah melakukan pengawalan mulai keluar dari pondok hingga sampai Kendal, kemudian dilakukan pengecekan kesehatan kepada para santri.

Kita sebagai orangtua maupun keluarga para santri jadi lebih lega anak-anak kami bisa berkumpul dengan keadaan sehat melalui uji kesehatan," terangnya. (Sam)

Teringat Pesan Kartini, Ahok: Percayalah Bahwa Masa Sulit Ini Akan Segera Berlalu

2 Petugas Sempat tak Percaya Lihat Kantong Mayat Bergerak Sendiri, Mereka pun Sepakat Membukanya

Hasil Rapid Test Positif, Lima Warga Pati yang Ikuti Ijtima Jamaah Tabligh Gowa Diisolasi

Ganjar Terima Usulan Wali Kota Semarang Soal PSBB: Jika Diterapkan Demak dan Kendal Menyesuaikan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved