Breaking News:

Berita Salatiga

Kejari Salatiga Terima Pembayaran Denda Terpidana Korupsi JLS Rp 200 Juta

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga menerima pembayaran denda terpidana kasus korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) senilai Rp 200 juta.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ M Nafiul Haris
Kasi Pidsus Kejari Kota Salatiga Hadrian Suharyono saat menerima uang pembayaran pidana denda, di Kantor Kejari Kota Salatiga Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Salatiga menerima pembayaran denda terpidana kasus korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga tahun anggaran 2008 Saryono senilai Rp 200 juta, Selasa (21/4/2020).

Serah terima pembayaran denda yang dilakukan secara tunai tersebut melibatkan perwakilan keluarga terpidana kasus korupsi JLS diwakili Tri Sarjuminingsih selaku istri dan diterima Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Salatiga, Hadrian Suharyono.

Kasi Pidsus Kejari Kota Salatiga Hadrian Suharyono mengatakan total pembayaran pidana denda tersebut sesuai putusan Mahkamah Agung Nomor 338 K/Pid.Sus/2014 tanggal 16 Desember 2014 yang menjatuhkan putusan pidana tujuh tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 200 juta.

Ganjar Terima Usulan Wali Kota Semarang Soal PSBB: Jika Diterapkan Demak dan Kendal Menyesuaikan

Langka, 2 Dokter Positif Corona di Wuhan China Alami Kulit Menghitam

Demi Kemanusiaan, Maia Estianty Rela Lelang Sepatu Kesayangan Pemberian Suami saat Masih Pacaran

Polisi Iba Lihat Kondisi Rumah Pencuri Beras 5 Kg, Kursi dan Meja Saja Tidak Punya

"Uang tersebut nantinya akan langsung dimasukkan ke kas negara.

Dengan adanya pembayaran pidana denda maka terpidana (Saryono) tidak dikenakan hukuman selama empat bulan penjara pengganti denda," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Kantor Kejari Kota Salatiga Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/4/2020)

Menurut Hadrian, dengan pembayaran pidana denda tersebut, maka yang bersangkutan dapat menerima hak-haknya sebagai terpidana diantaranya pengurangan hukuman.

"Hingga saat ini, yang bersangkutan telah menjalani hukuman selama sekitar empat tahun penjara.

Karena denda pidana telah dibayar otomatis masa kurungan tersisa 3 tahun saja," katanya

Tri Sarjuminingsih, istri terpidana kasus korupsi Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga tahun anggaran 2008 Saryono berharap, setelah melakukan pembayaran denda, suaminya bisa mendapatkan pengurangan masa hukuman.

"Beliau sudah menjalani hukuman empat tahun penjara.

Saya berharap, Pak Saryono bisa bebas karena sudah tua.

Umurnya sekarang 65 tahun dan sakit-sakitan," ujarnya.

(ris)

Kalau Tak Terapkan Protokol Kesehatan, Hartopo Akan Cabut Sementara ‎Izin Minimarket di Kudus

Kisah Nyata Sri Antini Mengaku Sering Mendapat Pertolongan Tuhan Setelah Membantu Orang Susah

Viral Netizen Penasaran Cari Es Krim Viennetta di Minimarket, Ternyata Ada di Spot Ini

Tia Hendi Ajak Kartini Masa Kini Dukung Pemerintah Kota Semarang Tangani Corona dengan #DiRumahSaja

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved