Virus Corona Jateng

Dua Kali Rapid Test Negatif, 16 Karyawan Pabrik Kecap Penusupan Tegal Dipulangkan

16 karyawan pabrik kecap asal Desa Penusupan Kecamatan Pangkah. Pasalnya, setelah dua kali dilakukan rapid test hasilnya negatif corona

Istimewa
Suasana di lokasi karantina karyawan pabrik kecap, mereka dikarantina secara komunal di gedung eks Puskesmas Penusupan, Pangkah, Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Suasana bahagia menyelimuti hati 16 karyawan pabrik kecap asal Desa Penusupan Kecamatan Pangkah.

Pasalnya, setelah dua kali dilakukan rapid test hasilnya negatif corona.

Atas rekomendasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mereka pun kini dipulangkan. 

Kabar baik tersebut disampaikan Juru Bicara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro, Rabu (22/4/2020).

Niat Sholat Tarawih dan Tata Caranya serta Doa Setelah Sholat Witir

KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jarak Jauh dari dan Menuju Jakarta Mulai 24 April

GOR Satria Purwokerto Akan Dijadikan Tempat Karantina Massal untuk Pemudik

Penerang Jalan di Cilacap Dimatikan untuk Cegah Kerumunan, Malah Dijadikan Tempat Pacaran

Sebelumnya diberitakan, 16 karyawan ini bersama 17 orang karyawan lainnya ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG), setelah pemilik pabrik kecap tempatnya bekerja dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. 

Selanjutnya, 16 OTG dari Penusupan tersebut dikarantina secara komunal di gedung eks Puskesmas Penusupan pada tanggal 14 April 2020 lalu. 

Sementara, pengusaha pemilik pabrik kecap meninggal dunia di RS Harapan Anda Kota Tegal hari Selasa (21/4/2020) kemarin.

Joko mengungkapkan, pemulangan 16 orang warga Desa Penusupan tersebut dilakukan pagi tadi. 

“Meski sudah kembali ke keluarganya masing-masing, tapi kita himbau agar mereka tetap menerapkan physical distancing, menggunakan masker dan membiasakan cuci tangan pakai sabun,” pesan Joko, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu malam (22/4/2020). 

Ditanya soal hasil rapid test 17 orang karyawan lainnya di luar Penusupan, Joko mengatakan, baru empat orang yang berhasil di-rapid test untuk yang kedua kalinya, hasilnya pun negatif. 

“Selebihnya 13 orang sedang kami sisir untuk dilakukan rapid test,” ungkapnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved