Berita Kudus
Hartopo Pastikan Graha Muria Telah Siap Dipakai Untuk Mengarantina Pemudik
"Di sini sudah komplit semua petugasnya, dari kepolisian, TNI, Satpol PP, tim medis, semua komplit untuk menjalankan protokol kesehatan," ujar dia
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Graha Muria Colo telah siap dipakai untuk menjadi tempat karantina pemudik di.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo meninjau Graha Muria demi memastikan kesiapannya, Sabtu (25/4/2020).
Menurut Hartopo, Graha Muria Colo akan dipakai untuk mengantisipasi apabila terjadi overload di tempat karantina Rusunawa Bakalankrapyak dan Balai Diklat Sonyawarih.
Adapun tim terpadu yang terdiri dari personil Polisi, TNI, Satpol PP, tim medis, dan dokter visitor juga telah disiagakan di sana.
"Di sini sudah komplit semua petugasnya, dari kepolisian, TNI, Satpol PP, tim medis, semua komplit untuk menjalankan protokol kesehatan," ujar dia.
Dia menambahkan, untuk tim medis yang disiagakan ada dua orang setiap harinya. Dokter 24 jam bila memang diperlukan, bisa on call.
"Rencana akan segera dibuka karena sudah disiapkan. Jadi nanti kalau ada kedatangan, langsung bisa dimasukkan ke sini," ujar Hartopo.
Selain memastikan kesiapan tim terpadu, Hartopo juga memeriksa langsung kesiapan sarana dan prasarana.
Alat Pelindung Diri (APD) dipastikan sudah lengkap dan siap digunakan tim yang bersiaga. Nantinya, tim tersebut akan bertugas untuk mengontrol orang-orang yang sedang dikarantina agar mentaati protokol kesehatan yang diterapkan.
Misalnya menerapkan physical distancing, sosial distancing, selalu pakai masker, dan rutin mencuci tangan pakai sabun.
"APD sudah ada semua, terutama untuk dokter visitor yang mengontrol di dalam harus pakai APD lengkap," tuturnya.
Kepada pemudik yang datang dari luar kota, Hartopo mengimbau untuk segera melapor ke pemerintah desa setempat.
Dia meminta para pemudik tidak perlu panik untuk menjalani masa karantina, karena tempat karantina dipastikan telah layak untuk digunakan.
Oleh sebab itu, para pemudik yang menjalani karantina juga diimbau untuk menaati protokol kesehatan yang berlaku dengan mengikuti arahan dari tim medis.
"Pesan saya untuk pemudik harus segera melaporkan, jangan sampai kucing-kucingan, atau dirahasiakan. Harus dilaporkan ke desa biar segera dikarantina," kata dia.
Pihaknya memastikan,tempat karantina yang telah disiapkan tersebut sudah bagus dan bersih.
"Di tempat karantina sudah disediakan makan, mendapat sosialisasi dan edukasi setiap hari bahkan dapat asupan nutrisi tambahan," jelasnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Andini Aridewi menjelaskan, dalam upaya pencegahan penularan , Pemerintah Kabupaten Kudus menyediakan tempat karantina bagi pelaku perjalanan di Rusunawa Bakalan Krapyak, Balai Diklat Sonyawarih Menawan, serta Graha Muria Colo.
"Sampai saat ini terdapat 120 orang di Rusunawa Bakalan Krapyak dan 24 orang di Balai Diklat Sonyawarih Menawan," ujarnya.
Menurutnya ada pelaku perjalanan di tempat karatina tersebut mendapatkan pemeriksaan rutin oleh tim kesehatan.
"Kondisi kesehatan kami skrining selama 14 hari hingga boleh kembali ke rumahnya masing-masing," ujar dia. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/plt-bupati-kudus-hm-hartopo-m.jpg)