Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadhan 2020

Ini Penjelasan Imam Syafi'i Melarang Terlalu Kenyang Saat Buka Puasa Ramadhan

Inilah alasan tidak boleh terlalu kenyang saat buka puasa ramadhan. Islam menganjurkan seorang muslim berhenti makan sebelum kenyang.

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Net
Ini Penjelasan Imam Syafi'i Melarang Terlalu Kenyang Saat Buka Puasa Ramadhan 

TRIBUNJATENG.COM - Inilah alasan tidak boleh terlalu kenyang saat buka puasa ramadhan.

Islam menganjurkan seorang muslim berhenti makan sebelum kenyang.

Makan dan minum menjadi kebutuhan pokok manusia.

Selain untuk menghilangkan lapar, dalam Islam makan menjadi kebutuhan muslim agar senantiasa beribadah kepada Allah SWT.

Pada saat Ramadhan. umat Islam akan makan pada saat menyantap sahur dan berbuka puasa.

Setelah itu, secara bersama umat Islam akan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar (imsak shubuh) hingga terbenamnya matahari (maghrib).

Biasanya saat Ramadhan, orang-orang akan berbuka dengan aneka hidangan yang beragam.

Mulai dari memakan kolak, meminum es, makan nasi lengkap lauk pauk, dan cemilan yang lain.

Tentu itu adalah rezeki, bahkan bisa menyebabkan kekenyangan.

Lalu bagaimana Islam mengatur kadar atau batasan makan?

Berikut penjelasan dalam Islam:

Pertama, Firman Allah SWT dalam Al Quran surat Al A'raf ayat 31.

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Makan dan minumlah kalian dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Firman Allah SWT di atas menjelaskan agar manusia tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum.

Kedua, pendapat Imam Syafi'i dalam Kitab Siyar A'lam An Nubala.

لأنّ الشبع يثقل البدن ويقسي القلب ويريل الفطنة ويجلب النوم ويضعف عن العبادة

Artinya: "Karena kekenyangan akan memberatkan badan, mengeraskan (menghilangkan kepekaan) hati, menghilangkan kecerdasan, menarik rasa kantuk dan melemahkan (seseorang) dalam ibadah."

Pendapat Imam Syafi'i di atas menjelaskan akibat dari kekenyangan.

Perut yang kekenyangan akan menghilangkan kepekaan hati, menghilangkan kecerdasan, dan melemahkan dalam beribadah.

Apabila kita menarik kesimpulan dari pendapat Imam Syafi'i maka berhenti makan sebelum kenyang itu lebih baik.

Selain itu, Allah SWT dalam firman-Nya menyatakan ketidaksukaannya kepada orang-orang yang berlebihan.

Jadi dalam menjalani puasa nanti, berbukalah dengan secukupnya.

Begitu pula saat sahur atau makan malam.

Supaya kita tetap dapat menjalani ibadah sholat sunnah tarawih setelah buka atau sholat subuh setelah sahur secara lancar.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved