Berita Pati

Lapas Pati Kembali Bebaskan Napi Asimilasi, Bupati Haryanto Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Mereka dibebaskan karena mendapat program asimilasi terkait pencegahan persebaran virus corona

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Noval
Bupati Pati Haryanto ketika memberi keterangan pers di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (24/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Bupati Pati Haryanto menyebut Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati kembali mengeluarkan 32 warga binaan (napi asimilasi), setelah sebelumnya juga sudah ada 63 napi yang dibebaskan.

Mereka dibebaskan karena mendapat program asimilasi terkait pencegahan persebaran virus corona.

Haryanto menyebut, dari 32 warga binaan yang baru saja dibebaskan tersebut, mayoritas merupakan napi kasus perjudian.

Hal tersebut disampaikannya kepada Tribunjateng.com ketika dihubungi, Sabtu (25/4/2020).

“Hal ini menjadi beban kita juga karena kita harus mengawal dan mengawasi, dari tingkat kecamatan hingga desa,” ujar dia.

Termasuk Soal Corona, Ini 3 Fitnah Keji KKB Papua kepada TNI-Polri dan Propaganda-propagandanya

2 Hari Setelah Kabur, Pasien Positif Corona Ini Meninggal, Bertemu Ratusan Orang, 1 Desa Diisolasi

Makan Gorengan saat Berbuka Bisa Kok, Ini 5 Triknya Agar Tetap Sehat, Perhatikan Waktu Konsumsi

Zuraida Hanum Sebut Wanita Ini Jadi Penyebab Ia Membunuh Hakim Jamaluddin Suaminya: Kau Alasannya

Haryanto menyebut, dirinya sudah memerintahkan para camat dan kepala desa untuk memantau dan meminta mereka mengisolasi diri secara mandiri.

Ia menyebut, pihaknya juga sudah mengantisipasi kemungkinan meningkatnya tindak kriminal, termasuk pencurian.

“Sudah kami antisipasi. Kami rapatkan bersama Forkopimda, termasuk Dandim dan Kapolres. Bahkan sudah kami buatkan surat edaran juga terkait hal ini. Intinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian,” tutur dia.

Dalam surat edaran tersebut, lanjut Haryanto, pihaknya juga mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai pelaku pencurian dengan modus menawarkan masker dan Alat Pelindung Diri (APD).

Ia menyebut, kasus dengan modus tersebut sudah terjadi di beberapa instansi pemerintahan. Di antaranya di Dinas Arpus, Kantor Kecamatan Tambakromo, dan di Puskesmas.

“Jadi, saya imbau ASN dan masyarakat umum, kalau ada tamu yang pakai masker, minta dia membuka maskernya untuk menunjukkan wajah. Baru setelah itu dipakai lagi,” ungkap dia.

Haryanto mengatakan, di desa-desa, setiap malam warga setempat juga sudah mulai meningkatkan penjagaan untuk mencegah pelaku kejahatan.

Ia berharap, dengan meningkatkan kewaspadaan, kasus serupa tidak akan terjadi lagi. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved