Berita Bisnis

Pertumbuhan Harga Properti Residensial di Jateng Triwulan I 2020 Masih Terbatas

Pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2020 masih terbatas.

TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Pengunjung melihat maket rumah yang dipamerkan di Hotel Crowne Semarang, beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2020 masih terbatas.

Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I 2020 yang tumbuh sebesar 0,28 persen (qtq), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,18 persen (qtq).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Soekowardojo, menuturkan, peningkatan indeks terjadi pada rumah tipe kecil dan menengah.

Alshad Ahmad Tak Lagi Berani Masuk Kandang Harimau, Terakhir Mata Hewan Peliharaannya Itu Menajam

Zuraida Hanum Sebut Wanita Ini Jadi Penyebab Ia Membunuh Hakim Jamaluddin Suaminya: Kau Alasannya

2 Hari Setelah Kabur, Pasien Positif Corona Ini Meninggal, Bertemu Ratusan Orang, 1 Desa Diisolasi

Dulu Ditertawakan, Ucapan Ashraf Sinclair soal Virus Corona Terbukti Benar, Covid-19 Bukan Lelucon

Dari masing-masing sebesar 0,31 persen (qtq) dan 0,13 persen (qtq) menjadi 0,42 persen (qtq) dan 0,35 persen (qtq).

Sementara, rumah tipe besar tumbuh melambat dari 0,10 persen (qtq) menjadi 0,08 persen (qtq).

Secara tahunan, pertumbuhan IHPR pada triwulan laporan mengalami perlambatan sebesar 1,05 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan 1,12 persen (yoy) pada triwulan IV 2019, perlambatan terjadi pada semua tipe rumah.

“Ditengah pertumbuhan harga yang terbatas, penjualan property residensial pada triwulan I 2020 tumbuh sebesar 33,41 persen (qtq), lebih tinggi dari 0,08 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya,” ucap Soekowardojo dalam siaran pers tertulis, Sabtu, (25/4/2020).

Meningkatnya penjualan pada triwulan I 2020 disebabkan oleh kenaikan penjualan pada rumah tipe kecil, sementara rumah tipe menengah dan besar mengalami kontraksi.

Sedangkan secara tahunan, penjualan properti residensial tumbuh melambat 36,51 persen (yoy), lebih rendah dari 60,88 persen (yoy) pada triwulan IV 2019.

Penurunan terjadi pada rumah tipe menengah yang mengalami kontraksi, sementara rumah tipe kecil dan besar terpantau tumbuh positif.

Dari sisi pembiayaan, pada triwulan I 2020 posisi KPR yang disalurkan Bank Umum di Jawa Tengah meningkat dibandingkan triwulan IV 2019, dari Rp 23,97 triliun menjadi Rp 24,09 triliun.

“Penyaluran KPR tersebut tumbuh sebesar 0,49 persen (qtq) atau 7,73 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV 2019 sebesar 2,73 persen (qtq) atau 9,18 persen (yoy),”
imbuhnya.

Sementara itu, kualitas KPR mengalami penurunan yang tercermin dari meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada triwulan I 2020 sebesar 2,26 persen, lebih tinggi dibandingkan NPL pada triwulan IV 2019 sebesar 2,00 persen.

“Pada triwulan II 2020, pertumbuhan IHPR diperkirakan mengalami peningkatan menjadi 0,51 persen (qtq) dan 1,27 persen (yoy).

Faktor harga bahan bangunan dan material, serta upah pekerja di sektor bangunan diperkirakan masih akan menjadi pendorong utama kenaikan IHPR,” pungkasnya. (Ute)

Ditagih Ari Lasso, Luna Maya Bingung: Aku Utang Apa?

Termasuk Soal Corona, Ini 3 Fitnah Keji KKB Papua kepada TNI-Polri dan Propaganda-propagandanya

Setelah 9 Tahun Baru Tahu Ia Diselingkuhi Tiap hari, Selebgram ini Bongkar Cara Pacarnya Selingkuh

Bambang Wuryanto: PDIP Belum Terima Surat Pengunduran Diri Achmad Purnomo sebagai Bacalon Wali Kota

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved