Virus Corona Jateng

Cegah Penularan Virus Corona, Pemkot Salatiga Siapkan Tempat Karantina untuk Pemudik

Mengantisipasi penularan virus Corona (Covid-19) yang dibawah pemudik menuju Kota Salatiga Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menyiapkan tempat karanti

IST
Lokasi tempat karantina pemudik di Gedung LP3S Widya Graha Jalan Sukarno-Hatta Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Mengantisipasi penularan virus Corona (Covid-19) yang dibawah pemudik menuju Kota Salatiga Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menyiapkan tempat karantina khusus.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Pemkot Salatiga Rahadi Widya Prasetya mengatakan lokasi tempat karantinan memanfaatkan Rumah Singgah Sehat (RSS) yang terletak di Gedung Yayasan Lembaga Perencanaan dan Pembinaan Pendidikan Sinode (LP3S) Widya Graha Jalan Sukarno-Hatta Salatiga.

“Adapun rumah singgah sehat tersebut disiapkan untuk menampung sekitar 90-an orang dan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report

Program Ini Talkshow Host Sule, Andre Taulany, dan Raffi Ahmad Pamit, Ini Penjelasan Net TV

Dewi Sandra Ungkap Alasan Bungkam Soal Kematian Glenn Fredly Mantan Suaminya

Polisi Menangkap Istri Majikan Penganiaya Pembantu di Graha Padma Semarang, Statusnya Tersangka

Yang masuk Rumah Singgah Sehat harus memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan, diantaranya berasal dari zona merah dan sebagainya,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (26/4/2020)

Menurut Rahadi, secara teknis rumah singgah sehat tersebut akan mulai dioperasikan pada besok Senin (27/4/2020).

Guna memastikan proses evakuasi pemudik dari kedatangan di Terminal Tingkir Salatiga sampai menuju RSS di LP3S Salatiga telah dilakukan simulasi dengan melibatkan sejumlah instansi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, M Marhadi menambahkan ada dua kategori calon penghuni RSS, yakni pemudik di terminal dan masyarakat yang sudah diidentifikasi oleh Puskesmas memiliki gejala virus Corona.

“Mereka dikirim ke RSS setelah mempertimbangkan kondisi rumah tinggal dengan standar minimal 9 meter persegi sehingga tidak memungkinkan dilakukan isolasi mandiri.

Yang dikirim ke RSS tidak semua pemudik, tapi yang sudah ditentukan sebagai OTG dan ODP oleh Puskesmas,” katanya

Sebagai tahap awal disediakan 36 kamar karantina, yang terpisah dengan ruang kerja dan sekretariat LP3S, serta agak jauh dari pemukiman penduduk.

Penggunaan kamar di sebagian gedung LP3S sebagai RSS ini sudah disosialisasikan oleh DKK dengan warga sekitar pada 16 April lalu. (ris)

Gelandangan di Ngaliyan Ini Mengaku Kabur dari Rumah Sakit di Cirebon, Begini Nasibnya Sekarang

BRT Trans Semarang Hentikan Sementara Pengoperasian Halte Bandara Ahmad Yani

1.800-an Guru Tidak Tetap di Kendal Bisa Digaji dari Dana BOS

Bak Spider Man, Warga Cilacap Ini Panjat Rumah di Kebumen Lalu Curi Uang Rp 1 Juta

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved