Stikes Telogorejo
Apa itu Sprain Ankle? Penyebab dan Penanganan Cedera Engkel
Cedera ankle banyak terjadi pada atlet olahraga yang paling banyak menggunakan beban yang terdapat pada tumpuhan kaki yaitu terutama pada ankle.
TRIBUNJATENG.COM - Cedera yang mengenai ligamentum disebut sprain.
Pada sendi pergelangan kaki (ankle joint) terdapat banyak ligamentum.
Ligamentum tersebut bisa terkena sprain dengan berbagai tingkatan.
Di antaranya tingkat I (terdapat sedikit hematoma dalam ligamentum dan hanya beberapa serabut yang putus), tingkat II (lebih banyak serabut otot dari ligamentum yang putus, tetapi lebih separoh serabut ligamentum masih utuh), dan tingkat III (seluruh ligamentum putus sehingga kedua ujungnya terpisah).
Cedera engkel banyak terjadi pada atlet olahraga yang paling banyak menggunakan beban yang terdapat pada tumpuhan kaki, terutama pada engkel.
Penyebab Cedera Engkel
Cedera terjadi ketika melakukan gerakan yang membuat pergelangan kaki memutar hingga meregang terlalu keras.
Atau bisa juga terjadi karena melakukan gerakan-gerakan spontan sehingga ligamen di sekitar tulang yang tidak siap iu terpaksa meregak dan akhirnya robek.
Gerakan paling umum yang dapat menyebabkan cedera engkel adalah ketika kaki menekuk ke dalam dan seluruh berat badan ditopang oleh engkel.
Bisa juga akibat gerakan kaki yang terlalu menekuk jauh keluar.
Gejala-Gejala Cedera Engkel
Gejala utama pergelangan kakinya keseleo adalah nyeri di pergelangan kaki, terutama saat berdiri atau berjalan.
Rasa nyeri ini timbul setelah cedera.
Setelah itu, pada pergelangan kaki akan timbul memar dan bengkak. Pergelangan kaki juga dapat terasa kaku dan lunak saat disentuh.
Penanganan Pertama Pada Cedera Engkel
Saat terjadi cedera penanganan pertama yang dapat dilakukan adalah melakukan metode PRICE.
Protection: Pencegahan, Cidera lebih lanjut bisa terjadi lagi, sehingga kita dapat cegah dengan menguatkan pergelangan kaki sebelum melakukan aktivitas olahraga (pemanasan).
Rest: Istirahat, Beristirahat dari semua kegiatan yang menyebabkan rasa sakit atau bengkak. Jika diperlukan, gunakan kruk sampai kondisi bisa berjalan tanpa rasa sakit atau bengkak.
Compression: Kompresi (tekanan), melakukan kompresi dengan perban engkel menggunakan elastic bandage (perban elastis). Dengan cara membalutkan dari jari-jari kaki hingga pertengahan betis. Menggunakan tekanan lokal yaitu dimana pada saat membalut tekanannya tidak sampe menekan pembuluh darah, tetapi pada saat membalut sendi pada pergelangan kaki tetap stabil. Elastic bandage (perban elastis) dipakai hingga nyeri dan bengkak berkurang. Semisal jari-jari kaki membiru atau terasa dingin maka kendurkan elastic bandage (perban elastis).
Elavation: Tinggikan pergelangan kaki (ankle joint) di atas tingkat jantung sampai bengkaknya reda (hilang).
Latihan-latihan yang dapat dilakukan setelah mengalami cidera, latihannya sebagai berikut :



Setelah pulih akibat cedera, dokter rehabilitasi medis akan melakukan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi pergelangan kaki.
Fisioterapi tersebut dilakukan dengan menggerakan dan menguatkan otot di tungkai agar ketahanan, ketangkasan, dan keseimbangan seseorang tetap normal saat melakukan aktivitas.
Pergelangan kaki keseleo yang ringan biasanya membutuhkan waktu pemulihan selama 6-12 minggu.
Kemudian ada cara untuk mencegah pergelangan kaki keseleo atau cedera engkel, ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan.
Salah satunya adalah melakukan pemanasan sebelum berolahraga dan memilih jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan.
Jika sudah merasa lelah, sebaiknya kurangi kecepatan atau berhenti bergerak.
Selain itu, pilih sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki dan jenis aktivitas. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cedera-kaki-ankle.jpg)