Bank Banten

Duh, Gaji PNS Sempat Tak Bisa Dicairkan di Bank Banten

Banyak antrean panjang terjadi di sejumlah ATM milik Bank Banten, beberapa waktu lalu.

KONTAN/MURADI
Ilustrasi pelayanan nasabah Bank Banten di Jakarta 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Banyak antrean panjang terjadi di sejumlah ATM milik Bank Banten, beberapa waktu lalu.

Sebagian besar nasabah yang rela antre itu adalah PNS yang hendak mencairkan gaji mereka.

Rupanya banyak warga yang melakukan aksi pengambilan uang alias rush di bank yang sebelumnya bernama Bank Pundi tersebut.

Mengejutkan, Tunawisma Mengaku Dilepas dari Penampungan DKI Jakarta Setelah Diberi Sembako

Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report

Alshad Ahmad Tak Lagi Berani Masuk Kandang Harimau, Terakhir Mata Hewan Peliharaannya Itu Menajam

Program Ini Talkshow Host Sule, Andre Taulany, dan Raffi Ahmad Pamit, Ini Penjelasan Net TV

Fenomena rush terjadi setelah Gubernur Banten Wahidin Halim memindahkan dana kas daerah di Bank Banten ke Bank BJB.

Warga ternyata khawatir Bank Banten tak lagi memiliki uang tunai.

Menurut Wahidin, dana kas daerah Pemprov Banten sudah disimpan di Bank Banten sejak tahun 2016 atau sebelum dirinya menjabat.

Pemindahan dana milik Pemprov Banten dilakukan setelah bank tersebut terlambat menyalurkan dana bagi hasil (DBH) dan dana jaring pengaman sosial untuk penanggulangan dampak wabah virus corona (Covid-19).

"Sehingga dibutuhkan aksi pemindahan dana kas daerah," ujar Wahidin dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Kontan, Kamis (26/4/2020).

Sebelumnya pada 17 April lalu, Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemprov Banten sudah meminta Bank Banten segera mencairkan DBH pajak ke kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Namun rupanya Bank Banten belum bisa merealisasikan pencairan DBH yang berarti bank tersebut mengalami gagal bayar.

Halaman
1234
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved