Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

TAJUK

FOKUS : Cepat dan Lambat Semua Tergantung Kita

Suasana tak biasa nampak di kompleks Masjid Agung Demak, Kamis (23/4) malam. Di Masjid tua simbol peradaban Islam di Nusantara itu ada pemandangan ber

Penulis: m nur huda | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng M Nur Huda 

Oleh M Nur Huda

Wartawan Tribun Jateng

Suasana tak biasa nampak di kompleks Masjid Agung Demak, Kamis (23/4) malam. Di Masjid tua simbol peradaban Islam di Nusantara itu ada pemandangan berbeda.

Biasanya, saat malam 1 Ramadhan komplek masjid penuh dengan jamaah sholat Tarawih. Bahkan jamaah meluber hingga halaman masjid.

Namun kali ini, hanya nampak puluhan orang di dalam masjid. Barisan atau shaf-nya pun tak lagi rapat, semua orang mengenakan penutup mulut dan hidung (masker). Pengurus takmir juga tak segan mengusir jemaah yang tak mengenakan masker.

Bacaan surat-surat dalam sholat tarawih yang biasanya sejumlah satu juz, kali ini hanya surat-surat pendek. Selain itu, juga tak menggunakan pengeras suara.

Di belahan dunia lainnya, kiblat umat Islam di Masjidil Haram Makkah Al Mukarromah yang biasanya 24 jam selalu penuh dengan orang beribadah, kali ini sepi, ‘gung liwang Liwung’.

"Saya sedih bahwa bulan suci tiba di tengah-tengah keadaan yang membuat kami tidak dapat melakukan doa bersama dan tarawih di masjid, karena untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat dalam memerangi pandemi Virus Corona," kata Penjaga Dua Kota Suci, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Lalu sampai kapan kondisi ini berakhir? Terlebih, 26 hari lagi ummat Islam akan merayakan Idul Fitri. Di Indonesia, ada tradisi silaturahmi antarsanak saudara, saling memaafkan. Jika pandemi tak segera berakhir, sungguh situasi yang sulit. Tentu semua tak berharap ajang silaturahmi Idul Fitri, jadi ajang penyebaran virus.

Guru Besar Statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dedi Rosadi, memprediksi akhir pandemi di Indonesia.
Prediksi yang dipublikasikan 25 April lalu berdasar data publikasi pemerintah hingga 23 April 2020.

Diperkirakan waktu puncak pandemi terjadi Mei 2020, dan mereda di akhir Juli 2020. Dengan perkiraan proyeksi total penderita positif Covid-19 di angka 31 ribu kasus.

Menurutnya, prediksi akhir pandemi pada dasarnya tergantung pada masyarakat sebagai subyek utama. Apabila rela disiplin mengikuti anjuran protokol kesehatan dari pemerintah, bisa cepat berakhir.

Cepat dan lambat berakhirnya pandemi ini bergantung 3 hal. Pertama, usaha untuk mengubah kecepatan penularan bahkan memutus total rantai penularan. Yakni melalui pengendalian efektif terhadap episentrum penyebaran virus, khususnya kelompok provinsi zona merah.

Kedua, besar atau kecilnya fenomena mudik pada Mei 2020, khususnya dari daerah zona merah yang berpotensi ditunggangi virus dapat dikendalikan. Keputusan larangan mudik sejak 24 April 2020 dianggap tepat.

Ketiga, konsistensi pengaturan pemerintah dan bagaimana tingkat kepedulian serta kewaspadaan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Agar pandemi cepat berakhir, maksimalkan social distancing.

Jika beraktivitas keluar rumah, hindari kerumunan, memakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan melakukan gaya hidup sehat lainnya.

Mumpung masih awal ramadhan, masih ada waktu mencegah penyebaran virus. Manfaatkan bulan penuh berkah ini untuk bermuhasabah, introspeksi diri, untuk mencegah kerumunan agar wabah segera berakhir. Semoga!

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved