Breaking News:

Berita Kebumen

Pembalap Kampung di Kebumen Dirazia Polisi, Terorganisasi Rapi, Uang Taruhan Masih Minta Orang Tua

Penggerebekan balap motor liar di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen, Minggu (26/4) lalu menyisakan sejumlah fakta menarik.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Kapolres Kebumen AKBP Rudy bersama remaja yang ditangkap karena balap liar 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Penggerebekan balap motor liar di Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong Kebumen, Minggu (26/4) lalu menyisakan sejumlah fakta menarik.

Dari hasil pemeriksaan Penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen, ternyata ada uang taruhan di dalam balap liar itu mencapai Rp 700 ribu.

Uang taruhan itu adalah hasil iuran para penonton.

Jasad Ibu Mertua Korban Pembacokan Menantunya di Pemalang Belum Ditemukan

Pasien Positif Corona Bertambah 3, Total 14 Orang, Demak Akan Terapkan PSBK

Berita Baik, Mahasiswa UNS Solo Positif Corona Dinyatakan Sembuh, Tak Bisa Pulang ke Jakarta

PKM Diberlakukan, Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Disekat Hadang Pemudik dari Arah Jakarta

Para remaja tanggung itu mendapat uang itu dari hasil meminta orangtuanya masing-masing.

Mereka yang terlihat garang di jalanan ini ternyata masih bergantung pada orang tua.

"Kebanyakan dari mereka masih remaja dan di bawah umur.

Uangnya hasil minta dari orang tua," jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Senin (27/4).

Fakta lainnya, para pembalap dan penonton yang ditangkap belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Karena masih di bawah umur, polisi memanggil orangtua mereka.

Polisi memberikan pengarahan ke orang tua agar bisa membina anak mereka di rumah.

Fakta lainnya, kegiatan balap liar itu ternyata terorganisisasi rapi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved