Virus Corona Jateng

Ganjar: Zona Merah Corona di Jateng Bisa Terapkan Model Kota Semarang atau Banyumas

Tiga daerah di Jawa Tengah masuk dalam kategori zona merah penyebaran virus corona Covid-19: Kota Semarang, Kota Solo, dan Wonosobo.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga daerah di Jawa Tengah masuk dalam kategori zona merah penyebaran virus corona Covid-19: Kota Semarang, Kota Solo, dan Wonosobo.

Penetapan zona darurat corona itu bukan hanya mengacu adanya kasus positif, namun juga adanya kenaikan tren kasus serta adanya transmisi atau penularan lokal.

Menyikapi itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta daerah yang merupakan zona merah untuk segera mengambil tindakan.

Viral Unggahan Brigjen Pol Krishna Murti Menohok Netizen +62 : Kita Bercanda Allah Serius

Inilah Daftar Penutupan Tahap III Dua Ruas Jalan di Kota Semarang, Ditutup 24 Jam Mulai Malam Ini

Daerah Mana Saja yang Termasuk Zona Merah Corona di Jateng? Simak Penjelasan Dinkes

Pakar UGM Prediksi Akhir Pandemi Virus Corona Bakal Mundur Jika Warga Nekat Mudik

Hal itu penting agar peningkatan penyebaran covid-19 dapat ditekan.

Menurutnya, ada banyak pilihan yang dapat digunakan daerah untuk mendisiplinkan warganya.

"Daerah zona merah bisa menggunakan model seperti Kota Semarang, yang tidak PSBB tapi melakukan pengetatan-pengetatan," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2020).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo konferensi pers Selasa (7/4/2020).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo konferensi pers Selasa (7/4/2020). (Istimewa)

Begitu juga dengan aturan di Banyumas. Ganjar menyatakan pemda setempat tidak menerapkan PSBB.

Namun, mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) untuk melakukan pengetatan-pengetatan di kalangan masyarakat untuk mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Ada perda yang mengatur harus pakai masker, kalau tidak pakai bisa didenda atau dipidana. Jadi mau pakai model Semarang atau Banyumas, yang penting harus ada tindakan lebih," tegasnya.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, Pemkab Wonosobo sudah berkoordinasi untuk menerapkan PSBB. Ganjar meminta agar jika memang itu yang akan diambil, maka segera diajukan.

"Kalau memang mau menerapkan pola itu (PSBB) kami buka ruang. Silakan saja. Atau sebenarnya bisa menggunakan model Kota Semarang atau Banyumas," tandasnya.

Aturan pengetatan di zona merah, katanya, memang perlu. Sebab, data dari Google menunjukkan, tingkat keluyuran masyarakat Jateng masih terjadi dan cukup banyak.

"Jadi memang harus ada pengetatan, termasuk kabar para pemudik yang banyak masuk ke Jateng. Kami minta ini ditindaklanjuti dan dikawal betul," ucapnya.

Terkait penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang, Ganjar mengatakan akan melakukan kontrol dan pengawasan. Pihak kepolisian didukung TNI lanjut dia sudah kompak untuk menerapkan itu.

"Kami akan dukung Kota Semarang untuk mencoba melakukan pengetatan ini. Kami akan pantau nanti apakah di pasar atau pabrik dan tempat keramaian lain, apakah efektif atau tidak," imbuhnya.

Gubernur harap masyarakat memberikan dukungan dengan berlaku disiplin. Pengetatan ini tujuannya untuk mendisiplinkan warga, jadi butuh dukungan warga untuk disiplin agar semua berjalan lancar.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved