Breaking News:

Berita Kendal

Kalapas Kendal Sebut Program Asimilasi Napi karena Virus Corona Belum Berdampak Maksimal

Adanya kebijakan asimilasi para narapidana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia berdasar pada peraturan Mente

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Jawa Tengah, Marasidin Siregar. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Adanya kebijakan asimilasi para narapidana dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia berdasar pada peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 dinilai belum berdampak maksimal di Kabupaten Kendal.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat mengatakan, melalui program asimilasi tersebut sebanyak 60 narapidana dari 246 narapidana yang ada dibebaskan atau dipulangkan.

Akan tetapi, 186 narapidana tersisa di Lapas kelas IIA Kendal masih harus menjalani sisa hukuman yang telah ditetapkan.

Reaksi Pria Berpisau Saat Rusak Mobil di Jalan Tol Setelah Tahu Penumpangnya Bintang Satu Polisi

Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report

Bus Bertulis Intruksi Presiden Pulang Kampung Bukan Mudik Melenggang, Ini yang Terjadi di Semarang

Inilah Daftar Penutupan Tahap III Dua Ruas Jalan di Kota Semarang, Ditutup 24 Jam Mulai Malam Ini

Artinya, daya tampung lapas mengalami over kapasitas sebesar 48 persen.

"Sampai sekarang belum ada penambahan yang terkena asimilasi, baru ada 60 orang dan tersisa 186 orang.

Untuk kapasitas lapas seharusnya maksimal 125 orang masih over kapasitas," terang Samsul, Selasa (28/4/2020) di Kendal.

Masih berjubelnya napi menurut Samsul kurang efektif sebagai tindakan pencegahan virus corona.

Hal itu lantaran imbauan jaga jarak yang dicanangkan pemerintah akan sulit terlaksana di dalam lapas.

Guna mengatasi hal tersebut pihaknya masih belum membuka jam kunjungan serta tidak membuat kegiatan di luar lapas bagi para napi.

Selain itu juga disediakan 4 fasilitas untuk para narapidana yang hendak video call kepada keluarga, teman, maupun kerabatnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved