Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Pekan Pertama Ramadhan, Harga Bawang Merah Masih 2 Kali Lipat dari Kondisi Normal

Pekan pertama Ramadhan, harga bawang merah dan gula pasir terpantau tinggi di pasaran.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Seorang pedagang di Pasar Kendal Kota sedang melayani pembeli, Selasa (28/4/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pekan pertama Ramadhan, harga bawang merah dan gula pasir terpantau tinggi di pasaran.

Pantauan tribunjateng.com di Pasar Tradisional Kendal Kota harga bawang merah justru meroket tembus Rp 45.000 per kilogram, sementara harga gula pasir tak kunjung turun

Kristiana, pedagang semabko dan bumbu dapur mengatakan, sejak sepekan terakhir dirinya menjual bawang merah di angka Rp 40 - 45 ribu per kilogram.

Jual Mobil yang Akan Ditarik Leasing, Eep Ditembak Pembeli, Jasadnya Dibuang Ke Sungai Citarum

Viral Akun Reemar Martin Artis Tik Tok Filipina Diserang Netizen +62, Sempat Hilang Di-Report

Ini Biodata Imel Putri Cahyati Mantan Istri Sirajuddin Mahmud Suami Zaskia Gotik

Reaksi Pria Berpisau Saat Rusak Mobil di Jalan Tol Setelah Tahu Penumpangnya Bintang Satu Polisi

Sementara harga normal bawang merah kata Kristinana Rp 20-25 ribu perkilogram.

"Brambang (bawang merah) yang tinggi.

Dari Rp 20.000 menjadi Rp 40.000 perkilogramnya.

Kalau yang (barang) bagus bisa Rp 45.000," terang Kristiana saat ditemui di lapaknya, Selasa (28/4/2020).

Pedagang lain, Istiqomah (35) menambahkan, dirinya menjual bawang merah kategori kecil Rp 38 - 40 ribu perkilogramnya.

Sedangkan kualitas bawang merah besar dibanderol Rp 45 - 48 ribu perkilogram.

Hal tersebut menurutnya lantaran pasokan bawang merah dari petani menurun dalam beberapa hari terakhir sedangkan permintaan konsumen selama Ramadhan meningkat.

"Yang kecil memang murah bisa beda Rp 10 ribu sama yang besar-besar, memang lagi mahal," terangnya.

Selain harga bawang merah yang melonjak, harga gula pasir di tingkat pedagang terpantau masih tinggi.

Beberapa pedagang menjualnya dengan harga Rp 17.500 - 19.000 perkilogramnya.

Di lapak Kristiana, gula pasir dengan kualitas warna gelap dan tidak terlalu manis dibanderol Rp 18.000.

Sedangkan gula dengan merk ternama ia banderol Rp 19.000

Tak jauh berbeda dengan Kristiana, pedagang sembako lain Sariyatun menjual gula pasir dengan harga Rp 17.500 - Rp 18.500 perkilogramnya.

Tingginya harga gula menurutnya sudah terjadi sejak sebulan terakhir pasca kelangkaan stok gula di tingkat pedagang.

"Ini stok ada tetapi tidak banyak.

Harganya juga masih tinggi gak turun-turun, gak tahu kenapa," terangnya.

Selain 2 kebutuhan dapur tersebut, harga sejumlah komoditi bahan pokok terpantau turun.

Seperti halnya bawang putih, kini rata-rata pedagang membanderolnya Rp 32.000 - 36.000 perkilogram dari harga sebelumnya tembus Rp 60.000 perkilogram.

Begitu halnya daging ayam, rata-rata pedagang ayam potong maupun sayur menjualnya dengan harga Rp 26.000 - 27.000 per kilogram.

Harga terasbut turun hingga Rp 9.000 dari Rp 35.000 per kilogramnya.

"Daging ayam emang turun banyak acara-acara yang dibatalkan.

Yang lain juga sudah normal seperti cabai, sayuran, minyak goreng.

Tinggal gula dan bawang merah, apalagi pasar sepi sejak virus corona," ujar Sariyatun.

Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Subaedi mengatakan, pohalnya membenarkan adanya kenaikan dan penurunan sejumlah komoditi bahan pokok di pasaran.

Terkait harga barang yang cenderung naik, dikarenakan pasokan barang yang kadang kurang mencukupi dibandingkan tingkat permintaan.

Terkait pembatasan jam operasional pedagang saat wabah virus corona, pihaknya telah menerbitkan surat edaran khusus pembatasan jam operasional.

Hat tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Kendal Nomor 443/2054/2020 tentang Himbauan Pembatasan Aktivitas / Kegiatan Bagi Pelaku Usaha Perdagangan dalam Rangka Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Kendal.

Dala urat edaran itu, para pedagang diperbolehkan beejualan pada pukul 05.00 sampai 19.30 WIB setiap harinya.

Para pedagang dari luar daerah pun tidak diperkenankan berjualan di Kendal selama wabah corona berlangsung.

Pembatasan juga berlaku bagi pasar Tiban dan Minggu pagi ditiadakan sejak 18 Maret - 17 Juni mendatang.

"Kita juga imbau kepada pedagang makanan agar menyarankan kepada pembelinya agar membawa pulang makanan yang dibeli dan bisa dimakan di rumah masing-masing.

Ada juga aktifitas pasar Hewan Sukorejo sementara ditidakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Termasuk imbauan untuk penyediaan alat cuci tangan dan wajib pakai masker," ujarnya. (Sam)

Dapur Umum TNI-Polri di Salatiga Sediakan 500 Porsi Makanan untuk Berbuka Puasa Gratis

DPRD Sebut Puskesmas di Kabupaten Pati Boleh Beli APD Pakai Dana BOP

Foto Bupati Klaten di Hand Sanitizer Bantuan Corona Kemensos, Ini Tindakan Bawaslu Jateng

Petani Desa Mendolo Pekalongan Banting Setir Panen Kolang-Kaling saat Ramadan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved