Breaking News:

Berita Kriminal

Driver Taksi Online Dibunuh & Dibuang ke Jurang, Pelaku Ternyata 2 Pasangan Lesbian di Bandung

Aparat kepolisian dari Polresta Bandung berhasil mengungkap dalang pembunuhan Samiyo Basuki Riyanto, sopir taksi online yang mayatnya dibuang di hutan

Editor: m nur huda
Foto Humas Polresta Bandung
Para pelaku pembunuh sopir taksi online yang mayatnya ditemukan di hutan pinus saat digiring petugas polisi. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Aparat kepolisian dari Polresta Bandung berhasil mengungkap dalang pembunuhan Samiyo Basuki Riyanto, sopir taksi online yang mayatnya dibuang di hutan Pinus Jalan Raya Banjaran-Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (30/3/2020) lalu.

Pelaku pembunuhan sopir online tersebut merupakan dua pasangan lesbian, dimana salah satunya masih di bawah umur.

Empat pelaku yakni berinisial KSA alias Risma (19), KEZI alias Sella (20), AS alias Riska (21) dan IK (16).

Para pelaku membunuh Samiyo dengan cara memukulnya dengan menggunakan kunci inggris yang ada di dalam mobil milik korbannya.

Jual Mobil yang Akan Ditarik Leasing, Eep Ditembak Pembeli, Jasadnya Dibuang Ke Sungai Citarum

Secarik Kertas Wasiat Ungkap Misteri Kematian Siswi yang Ditemukan di Sungai Merawu Banjarnegara

Hari Ketiga PKM Semarang, Pengendara Arah Timur Diperiksa Ketat, Ada yang Disuruh Putar Balik

Dilarang Keluar Perbatasan Jateng-DIY, Plat Luar Daerah Diminta Putar Balik di Magelang

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, pembunuhan berawal dari tersangka berinisial IK dan S yang berasal dari Jakarta memesan angkutan taksi online.

Kemudian IK memesan jasa korban secara offline dengan tujuan Pangalengan dengan harga yang disepakati sebesar Rp 1,7 juta.

Sebelum perjalanan ke Pangalengan, korban dan pelaku menjemput pelaku RK di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pangalengan menggunakan jalur tol Cipularang yang keluar di Tol Gate Seroja.

Sesampainya di Pangalengan, para pelaku kemudian menjemput pelaku RM.

Di tengah jalan, korban kemudian menagih ongkos yang telah disepakati sebesar Rp 1,7 juta.

Saat ditagih, para tersangka ini tak mampu membayar ongkos itu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved