Virus Corona Jateng

Bupati Wonogiri Joko Sutopo : Janganlah Situasi Seperti Ini Malah Bicara Pilkada

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menilai tidak etis jika Pilkada tetap digelar pada 9 Desember 2020.

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui di Kantor Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri Joko Sutopo menilai tidak etis jika Pilkada tetap digelar pada 9 Desember 2020.

Pasalnya, ketika pemungutan suara digelar otomatis sebelumnya akan berlangsung tahapan di tengah pandemi virus corona.

"Harusnya, fokus dulu ke pemulihan kalau memang pandemi sudah selesai.

Viral Komentar Kocak Gibran Retweet Unggahan Foto Jokowi Wisuda di UGM: Dapet Ducati

Beberapa Kali Tes Hasilnya Sheila Marcia Positif, Suaminya Sempat Terdiam: Serius, Yang?

Detik-detik Polisi dan Warga Kepung Minimarket yang Dirampok, Para Pelaku Ditembak, Sempat Melawan

Kondisi Terkini Pabrik Rokok Samporena Setelah 2 Orang Meninggal dan 100 Orang Positif Corona

Kok tidak etis di tengah pandemi ngomongin tahapan (Pilkada)," ujar Jekek, sapaan akrab Joko Sutopo, kepada tribunjateng.com, Kamis (30/4/2020).

Apalagi, saat ini jaring pengaman sosial (JPS) diakui Jekek belum benar-benar tuntas dalam pendataan.

Padahal masyarakat yang terdampak Covid-19 sudah sangat menantikannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Janganlah, situasi seperti ini malah bicara tahapan Pilkada," tandas Jekek.

Lagian, lanjut dia, sampai saat ini wabah virus corona belum di Wonogiri belum selesai.

Sampai saat ini, dilansir dari wonogirikab.go.id terdapat 10 kasus positif Covid-19 dengan rincian 8 masih dirawat, 1 sembuh, dan 1 meninggal.

Dampak lain akibat pandemi virus corona yang terjadi di Wonogiri yakni pulangnya perantau dari Jakarta dan kota penyangganya sudah mencapai 52 ribu lebih orang.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved