Breaking News:

Virus Corona Jateng

3 Pasar Tradisional di Kabupaten Semarang Mulai Terapkan Aturan Jaga Jarak Antar Pedagang

Tiga pasar tradisional di Kabupaten Semarang mulai diberlakukan aturan jaga jarak antar pedagang.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
IST
Aktivitas pedagang pasar pagi di Pasar Kembangsari, Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat (1/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tiga pasar tradisional di Kabupaten Semarang mulai diberlakukan aturan jaga jarak antar pedagang.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona terutama di Kabupaten Semarang.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Cahyono, menjelaskan, ketiga pasar tradisional itu di antaranya Pasar Kembangsari Tengaran, Pasar Jimbaran Bandungan, dan Pasar Babadan Ungaran Barat.

Viral Komentar Kocak Gibran Retweet Unggahan Foto Jokowi Wisuda di UGM: Dapet Ducati

Viral Pria Ini Nekat Pulang Kampung Jalan Kaki 428 Km karena Kangen Anak, Sepatu Rusak di Tol

Takmir Masjid di Banyumas Ini Akan Robohkan Masjid, Kecewa Imbauan Ibadah di Rumah, Bupati kaget

Cerita Pasutri Asal Sragen Ciptakan Aplikasi Ojek Online Joxi, Belajar Otodidak Tidak Ikut Pelatihan

"Saat ini diberlakukan ke pedagang pasar pagi di Pasar Kembangsari.

Menyusul nantinya Pasar Jimbaran dan Pasar Babadan," papar Heru, Jumat (1/5/2020).

Aktivitas pasar pagi menurut Heru ditata sepanjang 150 meter dengan rentang masing-masing pedagang sekira 3 meter.

Aktivitas pasar pagi itu menurutnya dimulai pukul 02.00 sampai 07.00.

"Untuk pasar Kembangsari Tengaran, memanfaatkan jalan utara pasar.

Semua yang beraktivitas kami haruskan bermasker serta cuci tangan menggunakan air dan sabun," imbuh dia.

Heru menjelaskan, untuk memaksimalkan pasar pagi itu ia meminta OPD terkait memberikan fasilitas penerangan.

"Dengan lampu yang dipasang di beberapa spot maka aktivitas perdagangan dan keamanan pasar bisa lebih optimal," katanya.

Kepala Pasar Kembangsari, Guntur Haristanto, menjelaskan aktivitas pasar pagi itu sudah mendapatkan dukungan berbagai pihak.

Di antaranya Pemkab Semarang, juga TNI dan Polri.

"Rencananya aturan ini akan terus dievaluasi agar pedagang dan pembeli dapat semakin nyaman beraktivitas," jelasnya. (Ahm)

Pandemi Virus Corona, Jumlah Bus yang Masuk di Terminal Tingkir Salatiga Cuma 14% dari Sebelumnya

Pembatasan Aktivitas di Kampus UNS Solo Diperpanjang sampai Akhir Mei 2020

E-Konser Amal Ngabuburit Tribun Jateng Kembali Hadir Sabtu Besok Pukul 15.00, Ini Daftar Artisnya

Merasa Sudah Mampu, 1.000 Warga Kembalikan Paket Sembako dari Pemkot Tegal

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved