Breaking News:

Berita Jateng

Meski Tak Demo, Buruh di Jateng Tetap Suarakan Penolakan Omnibus Law

Serikat buruh di Jawa Tengan sepakat untuk tidak menggelar aksi demo turun ke jalan pada perayaan May Day, Jumat (1/5/2020).

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG
ILUSTRASI Perayaan Hari Buruh pada Selasa (1/5/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Serikat buruh di Jawa Tengan sepakat untuk tidak menggelar aksi demo turun ke jalan pada perayaan May Day, Jumat (1/5/2020).

Akan tetapi, mereka mengganti kegiataan demo tersebut dengan kegiatan lain yang tetap dapat menyalurkan suara para kaum buruh kepada pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Mereka tetap turun ke jalan namun dengan agenda bakti sosial di Jalan Pahlawan dan Simpang Lima Kota Semarang.

Bintang Jadi 3 di Pundak, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel Sujud Sukur dan Ziarah ke Makam Ibu Jokowi

Viral Pria Ini Nekat Pulang Kampung Jalan Kaki 428 Km karena Kangen Anak, Sepatu Rusak di Tol

Viral Komentar Kocak Gibran Retweet Unggahan Foto Jokowi Wisuda di UGM: Dapet Ducati

Takmir Masjid di Banyumas Ini Akan Robohkan Masjid, Kecewa Imbauan Ibadah di Rumah, Bupati kaget

Yakni membagikan masker kepada pengguna jalan.

Kemudian, mereka juga membagikan sembako kepada kawan-kawan buruh yang telah di-PHK dampak corona.

"Kami juga instruksikan ke buruh di daerah-daerah untuk ikut aksi sosial di masing-masing tempatnya," kata Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jateng, Aulia Hakim, Jumat.

Bakti sosial yang dilakukan merupakan bukti empati para buruh terhadap kerja keras pemerintah dan tim medis yang tengah berjuang melawan corona.

Meskipun tidak melaksanakan demo, serikat buruh Jateng tetap menyuarakan tuntutan mereka melalui berbagai media.

Aspirasi mereka ke pemerintah dituangkan melalui virtual yakni dengan media sosial, kaus, dan alat kampanye penolakan lain.

"Betul, Presiden Jokowi telah mengatakan menunda pembahasan RUU ini.

Namun, nyatanya RUU ini masih tetap dibahas di DPR RI. Ini yang kami perjuangkan," tegasnya.

Tuntutan soal pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa pesangon juga disuarakan buruh.

Kemudian, soal tunjangan hari raya (THR) dimana buruh menolak pembayarannya dicicil.(mam)

Tol Semarang-Batang Alami Kerugian karena Arus Kendaraan Makin Sepi

Wawali Kota Tegal Sebut PSBB Tekan Peredaran Positif Corona Tetap 3 Orang

UPDATE 1 Pasien Positif Virus Corona Asal Gondangrejo Karanganyar Sembuh

Kabar Baik, 6 Pasien Positif Virus Corona di Salatiga Dinyatakan Sembuh

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved