Breaking News:

Berita Demak

Takmir Masjid Agung Demak Hentikan Layanan Ibadah, Tak Ada Sholat Jumat dan Tarawih Berjamaah

Takmir Masjid Agung Demak memasang banner permohonan maaf kepada jamaah lantaran tak bisa melayani sementara kegiatan peribadatan

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Takmir Masjid Agung Demak memasang banner permohonan maaf kepada jamaah lantaran tak bisa melayani sementara kegiatan peribadatan di Masjid Agung Demak seperti dalam kondisi normal.

Ketua Takmir, Abdullah Syifa melalui pengurus Tata Usaha Masjid Agung Demak , A Yani Nasution mengatakan, pemasangan banner tersebut dipasang sejak kemarin, Minggu (3/5/2020).

Keputusan ini mengikuti surat edaran Bupati Demak terkait pelaksanaan peribadatan selama bulan Ramadan di tengah pandemi corona di Kabupaten Demak.

Mulai Besok, PSBB Bandung Akan Dihentikan Padahal Jumlah Pasien Positif Corona Meningkat 80 Orang

Hasil Tes Swab PCR, 83 Siswa Setukpa Lemdikpol Polri Dinyatakan Positif Corona

Nanya ke Mbah Minto Mau THR Apa, Ganjar Pranowo Dibuat Bingung: Kok Semuanya Mau

Viral Seorang Pria Salami Pasien Corona di Pekalongan, Ini Faktanya

"Sebelumnya kami juga telah mengadakan beberapa pertemuan terkait pelaksanaan peribadatan di Masjid Agung Demak mengahadapi corona ini, hasilnya beberapa kegiatan ditiadakan di bulan ramadhan ini," jelasnya saat ditemui di ruangan Tata Usaha Masjid Agung Demak, Senin (4/5/2020).

Ia menyebutkan, beberapa kegiatan peribadatan di Masjid Agung Demak yang tidak lagi berjalan di antaranya, pengajian Selasan, pengajian Jumat Pagi awal minggu, semaan Al Quran untuk ibu-ibu, dan lainnya.

Ia menyebutkan, salat tarawih dilakukan secara internal, dan juga salat jumat yang akan datang.

"Pengurus Masjid Agung Demak mengikuti Surat Edaran Bupati Demak terkait pelaksanaan peribadatan di bulan puasa ini menghadapi pandemi covid 19," jelasnya.

Seperti diketahui, dalam surat edaran Bupati Demak Nomor 440.1/ 8 Tahun 2020 tersebut berisi ketentuan pelaksanaan ibadah puasa dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi covid 19.

Surat Edaran yang merujuk berbagai surat edaran dan keputusan pemerintah yang lebih tinggi, yaitu Menteri Agama, Surat Edaran dan Keputusan Bupati Demak, Fatwa dan Tausyiah Majelis Ulama Indonesia dan MUI Provinsi Jawa Tengah.

Dalam surat edaran Bupati Demak bertandatangan, M Natsir tersebut menghimbau, pertama; masyarakat Demak untuk melaksanakan salat Jumat diganti dengan salat dhuhur di rumah masing-masing.

Halaman
12
Penulis: Moch Saifudin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved