Berita Solo

Pendapatan Nol Rupiah Pelaku Usaha Rental di Solo Mengadu ke OJK, Minta Penangguhan Kredit

Sejumlah pelaku usaha rental mobil yang tergabung dalam Paguyuban Transportasi dan Pariwisata Solo Raya mengeluh atas program restrukturisasi pembiaya

Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Sejumlah pelaku usaha rental saat di OJK Surakarta, Rabu (6/5/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sejumlah pelaku usaha rental mobil yang tergabung dalam Paguyuban Transportasi dan Pariwisata Solo Raya mengeluh atas program restrukturisasi pembiayaan yang dinilai merugikan.

Sebab, di masa pandemi saat ini masih ada biaya administrasi maupun bunga yang harus dibayarkan.

"Kami minta penangguhan kredit selama minimal tiga bulan nol rupiah tanpa embel-embel. Yang mana, di belakang nanti masih jadi tanggungan kami, untuk saat ini minimal tiga bulan ke depan nol rupiah," ujar salah seorang pengusaha rental mobil, Wiratmo, saat di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Rabu (6/5/2020).

Jasa Tak Terlupakan Didi Kempot Oleh Ardha TATU, Kemarin Malam Sempat Tak Bisa Tidur

Daftar Harga Ponsel Xiaomi Bulan Mei 2020, Ada Cashback untuk Xiaomi Redmi 8A Pro

Ternyata Truk Towing Angkut Mobil Pemudik Viral di Perbatasan Semarang Adalah Settingan

Hasil Rapid Test, 24 Tenaga Medis RS di Batang Positif Virus Corona, Rata-rata Perawat & Bidan

Wiratmo mengatakan, restrukturisasi dinilai menguntungkan pihak perusahaan pembiayaan atau perbankan.

Untuk itu, dia mengeluhkan hal tersebut kepada OJK supaya ada solusi konkret di tengah pandemi yang menggerus pendapatan mereka dari usaha rental mobil.

Terhitung, sejak Februari 2020 mereka telah mengalami penurunan pendapatan dari usaha sewa mobil. Pada Maret 2020, kondisi semakin parah.

Mereka tidak lagi ada pendapatan dari rental, bahkan beberapa yang sudah menerima pembayaran sewa di muka terpaksa harus mengembalikan pada calon penyewa mobil.

"Saat ini biarpun kami punya uang kami tidak mungkin akan bayar, tapi kami pergunakan untuk kebutuhan hidup tiga bulan ke depan. Pendapatn kami bukan turun, tapi nol rupiah," kata dia.

Sementara itu Ketua Paguyuban, Oky Orlando mengatakan, kedatangan mereka ke OJK tidak lain karena ingin mengadu, kemudian mendapat keringanan bukan malah semakin memberatkan.

Kata dia, sejumlah pelaku usaha rental banyak yang memiliki tanggungan cicilan mobil di sejumlah perusahaan pembiayaan atau perbankan.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved