Breaking News:

Virus Corona Jateng

Plus Minus Penggunaan Teknologi Informasi Selama Pandemi Corona, Susanto: Banyak Pelanggaran

Sejak dinyatakan sebagai pandemi, virus corona tidak hanya menyerang kesehatan, tetapi seluruh bidang kehidupan manusia juga berubah.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
IST
Dekan FTIK USM, Susanto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejak dinyatakan sebagai pandemi, virus corona tidak hanya menyerang kesehatan, tetapi seluruh bidang kehidupan manusia juga berubah.

Hal itu terjadi pula pada teknologi informasi dan internet yang sekarang ini sangat dibutuhkan saat masa work from home (WFH).

Menurut Pakar Keamanan Data Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM), Susanto, banyak sisi positif teknologi informasi dan internet yang dapat digunakan seperti bekerja di rumah, sekolah di rumah, dan berjualan di rumah.

Karyanya Melegenda, Ini Foto-foto Rumah Megah Didi Kempot di Solo, Dekat dengan Pak Jokowi

Ketua RT di Solo Beberkan Nama dan Agama Didi Kempot di Kartu Keluarga, Tak Pakai Dionisius

Achmad Purnomo Siapkan Surat Pengunduran Diri, Segera Dikumpulkan ke PDI

Pecahan Beton Sampai Masuk Balai Desa, 3 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Pringapus Kab Semarang

Selain sisi positif, dia juga mengingatkan banyak pula sisi negatif menjurus ke kriminal yang dihasilkan dari teknologi informasi dan internet pada masa WFH ini.

"Sangat banyak pelanggaran yang dilakukan di masa WFH ini menggunakan teknologi informasi dan internet.

Beberapa di antaranya adalah pembobolan data akun beberapa E-Commerce besar seperti Tokopedia dan Bukalapak," ungkap pria yang juga menjabat Dekan FTIK USM itu kepada Tribun Jateng, Rabu (6/5/2020).

Dia mengatakan, pelanggaran ini dikarenakan pada masa WFH banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan serta banyak pula yang beraktivitas di rumah sehingga membuat transaksi E-Commerce akhir-akhir ini berkembang pesat dan sumber daya uang berputar hebat.

"Aktivitas itu ini menarik para hacker untuk melakukan pelanggaran dengan melakukan pencurian data dan uang dari E-Commerce," ucapnya.

Dia menuturkan, selain beberapa E-Commerce yang dibobol, ada pula sisi keamanan data dari aplikasi teleconference seperti Zoom yang diserang untuk keperluan tertentu.

Dia menduga, data-data tersebut kemungkinan data-data dapat dijual ke pihak tertentu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved