Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Kendaraan Pemudik yang Tiba di Semarang Cuma Disuruh Putar Balik, Tak Ada Sanksi Denda

Kebijakan larangan mudik berupa sanksi denda maupun pidana bagi pemudik per tanggal 8 Mei 2020 hingga H+7 lebaran ternyata tidak jadi diterapkan.

TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebijakan larangan mudik berupa sanksi denda maupun pidana bagi pemudik per tanggal 8 Mei 2020 hingga H+7 lebaran ternyata tidak jadi diterapkan.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi saat dikonfirmasi Tribunjateng.com, Jumat (8/5/2020).

Dia menjelaskan, sesuai arahan Korlantas Polri, pihaknya tetap melakukan langkah persuasif dan memutar balik pemudik di tiap titik perbatasan Kota Semarang.

Pilu, Bocah 8 Tahun Dijemput untuk Karantina: Pakaian yang Dibawa Menyembul dari Kresek Indomaret

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun ODHA Sragen Meninggal, Pernah Viral Diusir Saat Bantu Hajatan Warga

Pemuda Bertato di Banjarnegara Ini Tobat Setelah Kerisnya Diinjak-injak Pak Kiai

Anda Merasakan Cuaca Panas di Pertengahan Ramadhan Ini, Ini Penjelasan BMKG

"Tidak ada sanksi denda maupun pidana. Kita tetap hanya memutar balik pemudik yang hendak masuk Semarang saja.

Sebab, pemberlakukan putar balik bagi para pemudik pun sudah termasuk sanksi," kata AKBP Yuswanto Ardi.

Kasatlantas menambahkan, langkah memutar balik para pemudik yang hendak memasuki Kota Semarang ini dinilai sudah cukup efektif.

Sebab, kata dia, arus kendaraan yang masuk ke wilayahnya berangsur berkurang dari hari ke hari.

"Kami di wilayah tinggal melaksanakan arahan dari pusat saja.

Jadi, bagi kami, putar balik pemudik itu ya termasuk sanksi juga dan itu efektif," katanya.

Sebelumnya diberitakan, per 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020, polisi akan melakukan tindakan persuasif dan meminta memutar balik pemudik yang masih nekat.

Setelah tanggal 7 Mei, polisi akan lebih tegas dengan menjatuhkan sanksi.

Sanksi itu diatur pada pasal 6 Permenhub 25/2020.

Berikut uraiannya

1. kendaraan yang akan keluar dan/atau masuk wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 pada tanggal 24 April 2020 sampai dengan tanggal 7 Mei 2020 diarahkan untuk kembali ke asal perjalanan; dan

2. kendaraan yang akan keluar dan/atau masuk wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 pada tanggal 8 Mei 2020 sampai dengan tanggal 31 Mei 2020 diarahkan untuk kembali ke asal perjalanan dan dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Sanksi yang dimaksud pasal 6 Permenhub 25/2020 mengacu UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam UU itu dijelaskan, sanksi terberat berupa denda Rp 100 juta dan hukuman penjara selama 1 tahun.

"Sesuai arahan, kita tidak akan memberi sanksi sampai ke sana (permenhub dan uu karantina).

Sanksinya tetap putar balik saja.

Ini sudah saya perintahkan ke semua pemjaga di 8 pos perbatasan masuk Kota Semarang," pungkas Kasatlantas menanggapi peraturan. (Tribunjateng/gum).

16.274 KPM di Kab Tegal Dapat BLT, Yudi Kadarwati: Bantuan Bisa Diantar Petugas Kantor Pos ke Rumah

BREAKING NEWS : Pembobol Mesin ATM Bank Mandiri di Banyumanik Ditangkap saat Beraksi

Kawasan Industri Wijayakusuma Alokasikan Rp 650 Juta untuk Bantu Penanganan Virus Corona di Jateng

7 Remaja Pesta Tuak di Ruko Kosong di Purbalingga, 1 di Antaranya Wanita

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved