Berita Solo

Sebelum Diedarkan untuk Keperluan Idulfitri, Uang Rupiah Dikarantina 14 Hari

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menyiapkan uang tunai higienis untuk meminimalisir penyebaran Covid-19

KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menyiapkan uang tunai higienis untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Hal tersebut, untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat jelang Idulfitri 2020.

Kepala KPw BI Solo, Bambang Pramono mengatakan, untuk keperluan penukaran uang jelang lebaran, tahun ini telah disiapkan secara nominal dan layak edar sebesar Rp 4,3 triliun, atau naik 5 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 4,17 triliun.

"Bank Indonesia melakukan penyediaan uang hasil cetak sempurna dan uang layak edar yang higienis untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Pilu, Bocah 8 Tahun Dijemput untuk Karantina: Pakaian yang Dibawa Menyembul dari Kresek Indomaret

Romantis, Didi Kempot Bisiki Yan Vellia Kalau Lagu Ini Khusus Untuknya, Satu-satunya Lagu Buat Istri

BREAKING NEWS : Pembobol Mesin ATM Bank Mandiri di Banyumanik Ditangkap saat Beraksi

Promo Superindo Akhir Pekan 8-10 Mei 2020, Diskon Biskuit hingga 40 Persen, Minyak hingga Daging

Hal itu dilakukan dengan melakukan karantina uang rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan, penyemprotan disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana serta memperhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang," ujar Bambang dlaam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2020).

Bambang melanjutkan, selama melakukan penukaran uang, masyarakat diwajibkan selalu tertib dan mematuhi ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penukaran uang melalui jasa penukaran uang tidak resmi atau perantara lainnya.

Hal tersebut mengingat beberapa risiko antara lain tidak ada jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar, kemungkinan menerima uang palsu, serta adanya pungutan biaya.

Masyarakat dapat menukarkan seluruh pecahan sesuai dengan kebutuhannya baik dalam pecahan yang sama maupun pecahan lainnya.

Pada prinsipnya, KPw BI Solo tidak melakukan pembatasan jumlah penukaran, namun dalam pelaksanaannya perlu diatur agar terdapat pemerataan bagi masyarakat yang membutuhkan uang tunai tersebut.

Lebih dari itu, kata dia, setelah mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 maka layanan kas keliling dan penukaran uang di ruang publik bersama perbankan ditiadakan.

Namun, layanan penukaran uang kepada masyarakat dan instansi atau stakeholders (wholesale) tetap dilakukan oleh perbankan di seluruh Solo Raya termasuk BPR dan BPRS serta Pengadaian dan PT. Pos Indonesia.

Bank Indonesia meminta kepada perbankan agar memberikan layanan dengan menegakkan protokol pencegahan Covid-19 yang diberlakukan oleh pemerintah setempat.

Protokol dimaksud antara lain penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing.

"Ada 175 titik loket layanan penukaran atau penarikan uang pecahan kecil akan dibuka di kantor Bank Umum, BPR, BPRS, Pegadaian dan PT. Pos Indonesia yang tersebar di wilayah Solo Raya mulai tanggal 4 sampai dengan 22 Mei 2020," kata dia. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved