Breaking News:

Berita Semarang

Harga Jual Rongsok Turun Selama Corona, Basro Tetap Bersyukur Dapat Rp 10 Ribu Per Hari

Dentuman musik dangdut koplo menyapa telinga ketika Tribunjateng.com memasuki area TPA Jatibarang, Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda

Kendati demikian, Basro masih tetap bersyukur lantaran masih ada beberapa orang yang peduli terutama para dermawan yang sudah tiga kali ini selama wabah virus Corona mendatangi kawasan TPA tempat dia bekerja.

"Tentu berterima kasih dan bersyukur. Meskipun seadanya masih bisa makan," ungkapnya.

Sedangkan pemulung lain, Sugiyati mengeluhkan juga penurunan harga rongsok yang terjadi selama virus Corona mewabah.

Hanya saja dia tidak bisa berbuat banyak dan hanya bisa terus bekerja.

"Mau gimana lagi sudah terbiasa hidup susah tetap jalani saja," katanya.

Dikatakan Sugiyati, di tengah kesulitan dia dan kawan-kawanya sebanyak 30 pemulung yang bekerja di kawasan TPA Jatibarang sisi atas mendapat bantuan sembako dari seorang dermawan.

"Selama virus Corona sudah tiga kali ada orang datang itu tapi dari warga biasa bukan dari pemerintah," jelas warga asli Mijen ini.

Sementara itu, Pengurus Daerah Perkumpulan Pemulung Indonesia Mandiri (PPIM) Jawa Tengah, Sri Hendarti mengatakan, kondisi pemulung di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang memang memprihatinkan.

"Mereka kasihan dalam masa pandemi ini menutupi langkah mereka semua, di sisi lain harga rongsok juga tidak stabil di Jawa Tengah ada yang naik dan turun," jelasnya.

Menurut Sri, pantauan di lapangan banyak pemulung di masa pandemi virus Corona semakin kesulitan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved