Promoter Polda Jateng

Tukang Las di Kebumen Ini Bisa Untung 2 Kali Lipat dari Hasil Jualan Pil Dewa

Buruh tukang las inisial B (21) warga Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong Kebumen, ditangkap polisi karena mengedarkan pil hexymer secara ilegal.

IST
Buruh tukang las inisial B (21) warga Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong Kebumen, ditangkap polisi karena mengedarkan pil hexymer secara ilegal. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Buruh tukang las inisial B (21) warga Desa Kedungpuji Kecamatan Gombong Kebumen, ditangkap polisi karena mengedarkan pil hexymer secara ilegal.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press rilis, mengatakan tersangka ditangkap jajaran Sat Resnarkoba pada hari Sabtu 4 April di daerah Gombong.

"Dari penangkapan itu kita amankan barang bukti berupa 2 paket pil hexymer yang masing-masing paket berisi 10 butir," jelas AKBP Rudy didampingi Kasat Resnarkoba AKP R Widiyanto, Minggu (10/5) sore.

Warga 45 Tahun ke Bawah Boleh Bekerja, tapi Hanya untuk 11 Bidang Ini 

Ditelepon Mendapat Hadiah dari Bank, 10 Nasabah Bank Kehilangan Ratusan Juta

IM Penumpang Wanita Taksi Online Mendadak Meninggal di Mobil, Sempat Batuk dan Kejang-kejang

Oknum Kodim 0733 BS Semarang Emosi Dihentikan karena Tak Pakai Masker, Bentak PM & Acuhkan Kapolsek

Kepada penyidik, tersangka mengaku memperoleh pil kuning itu dari seseorang di Kabupaten Banyumas.

Tiap satu paket yang ia beli seharga 25 ribu Rupiah selanjutnya dijual 50 ribu Rupiah.

Bisnis ilegal itu ditekuni karena tersangka sudah terlanjur kecanduan pil hexymer atau pil koplo itu.

Dari keuntungan penjualannya itu, bisa ia gunakan untuk membeli paket pil hexymer untuk digunakan secara pribadi.

Bahkan tersangka mengaku termasuk pecandu berat pil hexymer atau pil dewa itu.

Sekali mengkonsumsi, tersangka bisa 10 butir bahkan lebih.

Menurutnya, tersangka harus mengkonsumsi pil hexymer setiap hari.

Diinformasikan, penggunaan melebihi dosis pemakai obat tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bahkan bisa menyebabkan kematian.

Hexymer termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang merah.

Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat depresi.

Sedangkan penyalahgunaan obat ini oleh sebagian remaja adalah trend keliru yang secara jangka panjang sangat merugikan kesehatan.

Karena perbuatannya tersangka dijerat Pasal 196 Jo. Pasal 98 Ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak 1 Miliar Rupiah. (Humas Polres Kebumen)

BBPOM Semarang Masih Temukan Retail Modern Jual Produk Tak Layak

Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2020 Tumbuh 2,60 %, Melambat Dibanding Periode Sebelumnya

Mulai Malam Ini Jalan Protokol Menuju Alun-alun Purwokerto Ditutup

Pandemi Virus Corona, Pemkab Pati Tetap Salurkan Bantuan Keuangan bagi Pengurus Tempat Ibadah

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved