Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Nol Kasus Baru Corona, Ganjar Minta Masyarakat Kota Tegal Jalani Kehidupan Normal

Wabah virus corona Covid-19 menuntut masyarakat mengubah perilaku dan pola pikir dalam kehidupan sehari-hari.

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi tempat produksi sarung goyor milik IKM Fahaltex di Kota Tegal, Kamis (7/5/2020).    

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wabah virus corona Covid-19 menuntut masyarakat mengubah perilaku dan pola pikir dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan, pandemi ini sedikit demi sedikit mempengaruhi tradisi dalam berelasi antarmasyarakat, contoh: tidak bersalaman atau kontak fisik.

Meskipun tidak ada kasus pasien positif corona baru, seperti di Kota Tegal, kondisi 'normal yang baru' juga tetap dilaksanakan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan meskipun kondisi sudah landai di Kota Tegal, kehidupan normal yang baru masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan harus terus dilakukan.

"Kalau masih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), saran saya dilakukan kontrol yang ketat. Saya sudah bicara ke Pak Walu Kota agar ditata mulai sekarang, kalau mau buka jalan, silakan, nyalakan lampu silakan, namun sebaiknya normal baru dilaksanakan," kata Ganjar, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2020).

Normal baru yang dimaksud yakni masyarakat bisa beraktivitas kembali namun dengan protokol kesehatan yang ketat, tidak sama lagi seperti kehidupan sebelum pandemi melanda.

Tata kehidupan yang harus ditata dalam masyarakat, kata dia, yakni penerapan physical distancing di tempat publik, pasar, dan sebagainya.

Untuk mewajibkan warga memakai masker, payung hukum bisa diciptakan dengan peraturan bupati atau wali kota. Hal itu yang dilakukan sejumlah daerah di Jateng, seperti Banyumas yang menerapkan sanksi denda jika tak pakai masker.

"Pasar, pedagang kaki lima silakan ditata. Pedagang di pasar diatur dengan pasang kotak- kotak, pasang garis untuk tempat pembeli antre, wajib pakai masker. Bisa ada payung hukum mengatur semuanya. Kerumunan diatur dan wajib pakai masker," jelasnya.

Kontrol ketat yang dilakukan Pemkot Tegal, lanjutnya, hingga akhirnya tidak ada kasus baru positif corona harus didukung.

"Ada modal yang bagus untuk menerapkan normal yang baru. Kota Tegal bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Jateng bahkan di Indonesia," ucap gubernur.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved