Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Ditangkap karena Ingin Tawuran, Orang Tua di Semarang Ini Minta Anaknya Ditahan Polisi Lebih Lama

Polsek Semarang Barat mengamankan sembilan remaja yang hendak tawuran. Mereka diciduk oleh petugas tiga pilar PKM Kota Semarang

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
IST
Para remaja yang hendak tawuran sedang rebahan di Kantor Polsek Semarang Barat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polsek Semarang Barat mengamankan sembilan remaja yang hendak tawuran.

Mereka diciduk oleh petugas tiga pilar PKM Kota Semarang yang saat itu sedang berpatroli malam dengan menyisir wilayah Semarang Barat.

Ketika melintas di Jalan Bojong Salaman, mereka melihat sekelompok remaja berkumpul di pinggir jalan, Selasa (12/5/2020).

Wanita Ini Tiba-tiba Sadar Ada di Dalam Pesawat Tujuan Surabaya, Histeris Saat Bangun Tidur

7 Anggota Keluarga di Solo Postif Corona, Berawal Sang Ayah Kena Covid-19 di Tarawih Masjid Kampung

Gadis Yatim Piatu Asal Jepara Tewas Masih Pakai Mukena, Diduga Dibunuh Saat Sholat di Kamar

Saldo Yudi Rp 29 Juta Lenyap Setelah Transaksi di ATM Kompleks Rusun, Ternyata Sudah Banyak Korban

"Petugas lalu menghampiri mereka, awalnya ada delapan anak.

Setelah diperiksa handphone seorang dari kelompok mereka ternyata akan melakukan aksi tawuran yang terungkap dari isi chat whatsapp," bebernya kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/5/2020).

Donna melanjutkan, para remaja itu yakni MRI (14) warga Pusponjolo Tengah.

RS (16) warga Tlogobayem Semarang Selatan.

BS (16) dan MMR (17) warga Randusari Kecamatan Semarang Selatan,

TZ (16) warga Tegalsari Perbalan Kecamatan Candisari.

RFP (16) dan SF (16) warga Tegalsari Timur Kecamatan Candisari

RDP (14) warga Jalan Tegalsari Barat kecamatan Candisari.

Dari bukti chat WA petugas lalu menelusuri remaja berinisial SYA (14) warga Pusponjolo Barat Kecamatan Semarang Barat.

Saat itu remaja tersebut tidak ikut nongkrong namun merencanakan tawuran dengan kelompok remaja Lemah Gempal Kecamatan Semarang Selatan.

"Petugas lalu mendatangi rumah mereka dan didapati senjata tajam berupa besi bergerigi sepanjang sekira 1 meter dan parang sepanjang sekira 30 sentimerer yang dibalut benang warna warni."

"Benda tersebut hendak digunakan untuk tawuran," katanya.

Menurut Donna, para remaja tersebut telah dibina oleh Polsek Semarang Barat.

Mereka telah dilakukan pendataan sekaligus pembinaan dan pengarahan.

"Kami juga telah memanggil orang tua masing-masing untuk diberikan pengarahan kepada mereka agar menjaga anak-anaknya," katanya.

Dijelaskan Donna, uniknya ketika orang tua dan anak sudah dilakukan pembinaan.

Terdapat satu orang tua yang enggan langsung membawa pulang anaknya.

Pasalnya orang tua dari anak itu ingin memberikan pembelajaran atas perilaku anak tersebut.

"Biar kapok kata orang tuanya, jadi mereka di kantor Polsek lebih lama dari teman-temannya.

Namun saat ini anak itu sudah dibawa pulang orang tuanya," jelasnya.

Selepas kejadian tersebut, Donna juga berpesan kepada para orang tua aktif melakukan pengawasan perilaku anak baik di lingkungan sosial maupun di ranah dunia media sosial.

"Dengan pengawasan yang baik harapannya perilaku anak dapat terpantau dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya. (iwn)

Gugus Tugas di Tegal Masih Dapati Warga yang Acuhkan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Warga Ramai Menendangi Kepala 2 ABG Pembawa Golok Hingga Kritis Masuk UGD RSUD Demak

Prakiraan Rob Jalan Nasional Pantura Demak Kamis 14 Mei 2020

Gelar Acara Penutupan Gerai saat PSBB Corona, McD Sarinah Didenda Rp 10 Juta

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved