Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Ibu Ini Protes Anaknya Ditembak Polisi Sampai Sebut Jokowi, Ternyata Sosok Berbahaya

Shinta Rumata Simanjuntak membuat video protes atas langkah polisi menembak kaki anaknya.

Editor: galih permadi
TRI BUN MEDAN/Victory Arrival
Inilah ketiga anggota geng motor Ezto yang ditangkap. Ketiganya diperlihatkan petugas saat pemaparan kasus di Polrestabes Medan, Kamis (13/5/2020) 

TRIBUNJATENG.COM - Shinta Rumata Simanjuntak membuat video protes atas langkah polisi menembak kaki anaknya.

viral, rekaman tersebut sengaja dibuatnya sebagai bentuk protes terhadap aksi penembakan yang dilakukan personel Polsek Helvetia kepada dua anaknya.

"Saya Shinta Rumata Simanjuntak bertempat tinggal di Medan. Ingin menyampaikan keluh kesah saya, bahwa pada tanggal 23 April 2020 yang lalu, Polisi Helvetia telah menembaki dua orang anak saya.

Tagar BPJS Trending Twitter, Netizen Protes Kenaikan Iuran Kesehatan

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Kecelakaan Truk Tangki Air Tabrak Gerobak Mie Ayam, 1 Orang Tewas

Inilah Pembagian Pot Drawing Piala Asia U-16, Timnas Indonesia Satu-satunya Wakil ASEAN Masuk Pot 2

Siapakah Ayah dari Bayi yang Dikandung Siswi SMP Bunuh Bocah SD, 2 Pamannya atau Pacar NF?

Pada kaki kiri dan kanannya, menurut cerita temannya, pada waktu itu, anak saya Fernando dan Daniel Sinurat tidak ada melakukan perlawanan.

Tangan mereka sudah diborgol keduanya dan mata mereka sudah ditutup dengan lakban dan dibawa dengan mobil," tuturnya dalam video.

"Dan di suatu tempat seperti rawa-rawa mereka diturunkan, mereka disuruh telungkup. Setelah telungkup, kepala mereka diinjak dan kemudian ditembak.

Setelah itu mereka dibawa entah ke mana dan sekarang sudah sampai di RS Bhayangkara untuk mendapat pengobatan sekadarnya.

Kaki mereka telah diperban, dan setelah itu kedua anak saya ditahan di Polsek Helvetia Medan," tambahnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini dirinya tak diberi kesempatan untuk menjenguk anaknya.

"Sampai 12 hari anak saya ditahan, saya tidak dibenarkan menjenguknya, saya menjadi heran.

Jikalau anak saya dituduhkan melakukan kesalahan sebagaimana surat pengangkapan tanggal 25 April 2020 yaitu dipasalkan 170 ayat 2 sementara penangkapan dan penembakan terjadi pada 23 April 2020.

Apakah pasal 170 itu begitu mengerikan sehingga kedua anak saya dilakukan seperti teroris, seperti pengedar narkoba atau seperti penjahat yang sekelas dengan itu," tuturnya.

Ia bahkan meminta pertolongan kepada Presiden, Menkumham hingga Kapolrestabes dan Kabid Propam Polda untuk meminta perlindungan kasus anaknya tersebut.

"Oleh karena itu, saya memohon perhatian, perlindungan kepada bapak-bapak Kapolrestabes Medan, Kabid Propam Sumut, dan Kapolda Sumut dan bapak Menkunham untuk boleh menolong saya. 

Dan mengambil tindakan sesuai hukum kepada oknum polisi-polisi Helvetia Medan yang telah melaukan tindakan biadab kepada anak saya.

Saya selaku ibu mereka, saya tidak punya suami lagi saya sendiri mengurusi anak saya ini.

Setelah mereka tertembak saya juga tidak dibenarkan membesuknya saya tidak tahu kondisi kedua kaki anak saya yang mungkin sudah hampir membusuk," tuturnya. 

"Oleh karenanya mohon diviralkan kepada bapak Jokowi untuk boleh mendapat pertolongan dan keadilan anak saya yang sudah dizolimi," ucap Shinta Rumata Simanjuntak pada akhir video.

Terkait viralnya video Shinta Rumata Simanjuntak, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison menggelar paparan kasus ini.

Terungkap anak Shinta Rumata Simanjuntak adalah pentolan Geng Motor Ezto yang terlibat dalam pengeroyokan Rico Lumbanraja (16) hingga kritis pada 23 Maret 2019 lalu.

Kombes Pol Jhonny Edison menegaskan Ketua Geng Motor Ezto adalah Fernando Imanuel Sinurat dan adiknya Daniel MT Sinurat ditangkap pada 24 April 2020.

Isir menegaskan bahwa pihaknya mengamankan ketiganya dengan memberikan tindakan tegas terukur yaitu penembakan. 

Jarak waktu penangkapan dan paparan membuat kaki keduanya sudah normal.

"Ini adalah gambaran aksi kelompok Geng Motor yang diketuai Fernando Sinurat alias Nando.

Proses penangkapan seperti biasa kita lakukan tindakan tegas, keras dan terukur kepada para tersangka.

Setelah dilakukan tindakan tegas, keras dan terukur para tersangka saat ini sudah diobati.

Coba lihat kondisinya, bisa jalan ditempatkan.

Berbeda dari kondisi adik kita, Rico Lumbanraja," tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepada setiap orang tua untuk memantau anak-anaknya tidak terlibat geng motor.

"Dalam kesempatan ini kami juga mengimbau, tolong kepada orang tua benar-benar perhatikan anak-anaknya.

Jangan biarkan anak-anak tergabung sama kelompok-kelompok geng motor yang bisa melakukan tindakan melawan hukum.

Komitmen tetap kami akan tegas, tidak ada ampun kepada kelompok geng motor di wilayah hukum Polrestabes Medan," jelasnya.

Dimana, Isir menjelaskan bahwa saat ini kondisi korban Rico sudah tidak bisa hidup normal dan tak bisa melanjutkan study-nya di SMA Santo Thomas 3 Medan.

"Jadi korban saat ini berada di rumah kerabatnya di Pekan Baru, masih dalam proses pemulihan.

Jari tidak bisa lurus lagi, jari korban patah. Korban berjalan tidak bisa normal, karena kakinya harus digeser dan harus dipapah.

Korban kondisi seperti ini tidak bisa meneruskan sekolah, dan berhenti melanjutkan studynya," ungkap Isir.

Bahkan ia menyebutkan biaya pengobatan ada sekitar Rp 600 juta juta selama satu tahun pengobatan.

"Biaya pengobatan besar, hampir sekitar Rp 600 juta ditanggung sama keluarga korban," tegasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Ibu Simanjuntak Protes Anaknya Ditembak Polisi, Ternyata Ketua Geng Motor Ezto yang DPO sejak 2019

Viral Tokek Panjang 45 Cm di Magelang Dijual Seharga Rp 10 Miliar, Uang Tunai Pembelian Dipamerkan

Setelah Mualaf, Mantan Pendeta Ini Tinggalkan Harta & Keluarga Pindah ke Kebumen Dalami Agama Islam

Heboh Surat Keterangan Sehat Bebas Covid dari RS Dijual di Toko Online Rp 70 Ribu, Sasar Pemudik

Siswi SMP Bunuh dan Simpan Mayat Bocah SD di Lemari Hamil, Ingin Ditemani Sosok Ini Saat Melahirkan

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved