Breaking News:

Berita Semarang

Puluhan TKI Mulai Mendarat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, KSOP Perketat Pengawasa

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas perketat pengawasan di sektor transpotasi laut.

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Budi Susanto
Sejumlah kapal berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (14/5/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas perketat pengawasan di sektor transpotasi laut.

Pengetatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 lewat transpotasi laut.

Hal itu dilakukan seusai Kemenhub mengeluarkan izin operasi berbagai transportasi untuk mengangkut penumpang ke luar daerah dengan syarat tertentu.

Dua PDP Corona di Kendal Meninggal, Dimakamkan Kamis Dini Hari Tadi

Sekelompok Remaja Kerjai Tenaga Medis, Kejang Ngaku Positif Corona, Setelah Diperiksa Teriak: Prank!

Truk Towing Angkut Mobil Berisi 7 Penumpang di Tol Ngawi, Hendak Mudik?

Pesta Seks Seorang Perempuan dengan 3 Pria Kepergok Warga, Digelandang ke Kantor Polisi

Pasien Positif Corona Kota Pekalongan, Terjangkit Setelah Anak Baru Mudik dari Jakarta

Bersama Forum Komunikasi Port Facility Security Officer (FK-PFSO) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan RSO-Kaneta Efka Jaya Semarang, KSOP menggelar program joint exercise ISPS Code 2020.

Kepala KSOP Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Junaidi mengatakan, selain mengantisipasi penularan Covid-19, joint exercise ISPS digelar untuk menanggulangi segala kemungkinan gangguan keamanan yang mungkin terjadi.

"Gangguan keamanan bisa terjadi kapan saja, dalam situasi apapun, sehingga tim keamanan fasilitas pelabuhan harus dalam kondisi siap siaga menanggulangi segala kemungkinan gangguan tersebut," katanya, Kamis (14/5/2020).

Dilanjutkannya, antisipasi gangguan keamanan dan penyebaran Covid-19 sangat perlu dilakukan.

"Angka kriminalitas di tengah pandemi Covid-19 tinggi, di tambah lagi adanya rekomondasi dari Kemenhub jelang Lebaran membuat beberapa orang yang masuk dalam klasifikasi rekomendasi tersebut mulai pulang ke daerah masing-masing," paparnya.

Junaidi menuturkan, beberapa hari lalu, terdapat 55 TKI yang bekerja di Malaysia sudah datang ke Semarang dari Pelabuhan Pontianak.

"Esok hari akan ada 168 TKI juga yang datang, mereka dari berbagai daerah, ada yang dari Jatim, Jabar, Jateng, dan NTB. Semuanya sudah mengikuti protokol kesehatan sebelum berangkat," imbuhnya.

Ditambahkannya, sejumlah syarat wajib dipenuhi untuk masyarakat yang masuk dalam rekomendasi Kemenhub.

"Ada beberapa yang diizinkan, selain petugas kesehatan, TNI Polri dan ASN yang bertugas, TKI dan pekerja migran Indonesia juga diperkenankan pulang ke daerah masing-masing.

Namun dengan syarat tetap menjalanlan perotokol kesehatan, untuk petugas medis, ASN, TNI Polri harus mendapatkan surat perintah bertugas, sementara TKI dan pekerja migran membawa surat kesehatan yang diterbitkan oleh pihak berwenang," tambahnya. (bud)

Dalam Sehari, Dua PDP Corona di Kendal Meninggal Dunia, Satu Orang Bekerja di Semarang

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Tanjung Pinang, Ramadhan Hari ke-21, Kamis 14 Mei 2020

Entah Apa yang Merasukinya, Dilarang Mudik, Seorang Ibu Tega Bacok Anaknya Saat Korban Tidur

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved