Breaking News:

Berita Kudus

45.000 Rumah Keluarga Prasejahtera di Kudus Ditempel Stiker

Sedikitnya 45 ribu rumah yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Kudus ditempel stiker menandakan keluarga prasejahtera

Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus‎ menempelkan stiker ke rumah keluarga prasejahtera di Kabupaten Kudus, Jumat (15/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - ‎Sedikitnya 45 ribu rumah yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Kudus ditempel stiker untuk menandakan sebagai keluarga prasejahtera.

Plt Kepala ‎Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Bencana (P3AP2KB) Kabupaten Kudus, Sunardi ‎menjelaskan, pemberian stiker di rumah tersebut dilakukan sebagai tanda untuk keluarga prasejahtera yang menerima bantuan sosial.

Baik itu bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Pasien Positif Corona Purbalingga Capai 49 Kasus, Bupati Tiwi Langsung Terapkan Jam Malam

16 Pengendara Motor Diminta Putar Balik Saat Tiba di Mangkang Semarang Gegara Tak Pakai Masker

Kenangan Untung Blangkon Ketika Mamiek Prakoso Tak Percaya Didi Kempot Ngamen di Jalanan

Kalau Kebakaran Jangan Hubungi Pimpinan Duluan, Tapi Damkar! Ketus Sutarja ke Pegawai Indomaret Solo

"Penempelan stiker ini dilakukan mulai hari ini, sampai satu minggu ke depan targetnya sudah selesai," ujar dia, disela-sela penempelan stiker, di Wergu Kulon, Kudus, Jumat (15/5/2020).

Menurutnya, setiap penerima bantuan harus bersedia rumahnya ditempel stiker yang bertuliskan keluarga prasejahtera.

Jika melepaskan stiker tersebut, maka penerima bantuan tersebut akan mendapatkan sanksi.

"Sanksinya mereka dianggap keluar dari program penerima bantuan ini," jelas dia.

Sementara itu, Suhaemah (83), warga Wergu Kulon RT 7 RW 3, mengaku menerima rumahnya dipasangi stiker.

Dia tidak keberatan karena masuk dalam penerima bantuan PKH dan sudah tidak bekerja.

"Saya sudah nggak kerja, kerjanya ya cuma makan. Dipasangi stiker ya nggak apa," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved