Harga Gula Terkini

Banyak Pedagang Terapkan Harga Gula di Atas Rp 12.500/Kg, Ini Kata Mendag

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta para pedagang untuk tidak menjual gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah

TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Ilustrasi sembako murah meliputi beras, telur dan gula sebagai persediaan jelang PSBB atasi pandemi Corona atau Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta para pedagang untuk tidak menjual gula di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12.500/Kg.

Hal itu diungkapkan Agus usai meninjau operasi pasar yang dilakukan di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Sabtu (16/7). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan harga gula yang dijual sesuai dengan HET.

Dalam peninjauan itu, Agus masih menemukan gula yang dijual di pasar itu seharga Rp 17.000/Kg. Menurut dia, pedagang yang masih menjual gula di atas HET itu akan ditindak tegas Satgas Pangan.

“Jangan ada yang ingin mengambil keuntungan sepihak dengan menaikkan harga gula secara tidak wajar,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu (17/5).

Agus menuturkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga gula sempat naik tinggi di pasaran.

Misalnya terganggunya jalur distribusi, mundurnya jadwal pengapalan impor karena penetapan lockdown sejumlah negara, diberlakukannya pembatasan pergerakan, hingga adanya jadwal penggilingan tebu yang tertunda.

Kendati demikian, Agus berjanji mulai Minggu kemarin seluruh provinsi akan diguyur pasokan gula langsung ke pedagang, baik di pasar rakyat maupun di ritel modern.

“Operasi Pasar gula ini akan dilakukan ke seluruh provinsi mulai hari ini (Minggu-Red) hingga menjelang Lebaran. Saya menjamin stoknya ada dan dalam jumlah yang cukup, serta harga sesuai HET Rp 12.500,” tandasnya.

Agus menjelaskan, Satgas Pangan telah diberi kewenangan penuh oleh Presiden Joko Widodo bersama Kepolisian untuk menindak tegas distributor, pedagang, dan pelaku usaha yang masih berani memanfaatkan situasi pandemi covid-19.

Ia meminta pandemi tidak dijadikan jalan pintas untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa peduli kesusahan rakyat.

Adapun, Kepala Satgas Pangan, Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menegaskan, tindakan represif penegakan hukum akan dilakukan jika para pedagang, distributor, dan pelaku usaha masih ada yang tidak mematuhi aturan.

“Setelah dilakukan tindakan persuasif terlebuh dahulu kepada masyarakat, maka selanjutnya akan ditindak dengan penegakan hukum,” tukasnya. (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Ganjar Pranowo dan Erick Thohir Sepakat Bangkitkan UMKM

GoPay Catat Lonjakan hingga 300%, Transaksi Aplikasi Dompet Digital Melambung Tinggi selama Ramadan

Nekat Buka Plastik dan Mandikan Jenazah Pasien Corona, Belasan Orang Positif Corona

HEBOH! Pasangan Kekasih Berzina di Rel Kereta Api, Nyaris Tewas Terlindas Kereta Api

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved