Berita Semarang

Dishub Tertibkan Juru Parkir Kota Semarang, 13 Orang Kedapatan Langgar Aturan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang melakukan penertiban parkir di sejumlah titik.

Istimewa
Petugas menertibkan juru pakir yang melanggar aturan, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang melakukan penertiban parkir di sejumlah titik.

Petugas menyisir para juru parkir yang melanggar aturan, Senin (18/5/2020).

Kabid Pengendalian dan Penertiban, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, pihaknya menertibkan para juru parkir yang ada di wilayah Pasar Peterongan, Jalan Mataram, Jalan MT Haryono, wilayah Jurnatan, dan Jalan Agus Salim.

Kali ini, pihaknya menertibkan para juru parkir yang melanggar rambu larangan parkir, parkir dua shaf atau lebih, pelanggaran tarif parkir, dan perizinan parkir.

Antisipasi Balap Liar, Polisi Tongkrongi Dua Ruas Jalan Ini di Kota Semarang

Pemerintah Kota Tegal Izinkan Sholat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Dinkes Rapid Test di Pasar Wonodri Semarang, 1 Orang Hasilnya Positif Corona

Bupati Mundjirin Izinkan Warga Kab Semarang di Wilayah Bebas Kasus Positif Corona Gelar Salat Id

"Kami periksa 25 jukir (juru parkir). Ada 13 yang melanggar," sebutnya.

Dia pun meminta, kendaraan yang parkir di tempat larangan untuk segera pindah ke tempat yang lain.

Para juru parkir ini diharapkan lebih tertib dan tidak sembarangan menggunakan lahan untuk parkir.

Pasalnya, hal ini bisa mengakibatkan kemacetan. Juru parkir juga diminta untuk tidak memungut tarif parkir lebih dari ketentuan.

Adapun tarif parkir untuk roda dua sebesar Rp 2.000, sedangkan roda empat Rp 3.000.

Di sisi lain, Danang juga mengingatkan para juru parkir untuk memakai masker dan sarung tangan sebagai antisipasi penularan covid-19.

Dari hasil penertiban, masih ada juru parkir yang tidak melaksanakan protokol kesehatan.

Mereka tak memakai sarung tangan maupun masker.

Padahal, pekerjaan mereka sangat berisiko terhadap penularan covid-19. Satu diantaranya melalui uang yang diterima mereka.

"Jukir tanpa masker dan sarung tangan kami bagikan, sebagian kami suruh beli di toko terdekat," tambahnya. (eyf)

480 Abdi Dalem Keraton Surakarta Terima Paket Sembako

Pemkab Anggarkan Rp 240 Miliar untuk Peningkatan Jalan Kabupaten Banjarnegara

Ini yang Akan Anda Dapatkan Jika Pilih Jurusan Teknologi Pangan di Unkartur Semarang

Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro Salurkan Bantuan ke 531 Rumah Ibadah

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved