Berita Semarang

Oknum Pengurus PSSI & Eks Pesepakbola Produksi Sabu di Rumah Mewah di Semarang, Ditemukan 5 Kg Lebih

Rumah produksi sabu di Semarang diduga melibatkan oknum pengurus PSSI dan mantan pemain bola.

ISTIMEWA
BNNP Jatim bersama BNNP Jateng melakukan penggrebekan di Cluster Graha Taman Pelangi Blok C3, Kawasan BSB, Mijen, kota Semarang, Minggu (18/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah produksi sabu di Semarang diduga melibatkan oknum pengurus PSSI dan mantan pemain bola.

Oknum pengurus PSSI itu berinisial DAM (42) Warga Jakarta Utara dan bekas penjaga gawang PSMS Medan, MCN (31) warga Sidoarjo.

Sebuah rumah mewah di Cluster Graha Taman Pelangi Blok C3, Kawasan BSB, Mijen, Kota Semarang, digerebek petugas Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Minggu (17/5/2020) malam.

Viral Foto Patung Didi Kempot Akan Dipasang di Stasiun Balapan Solo, Ini Faktanya

4 Warga Boyolali Kena Teror Corona, Terlanjur Buka Kain Kafan & Mandikan Jenazah Positif Covid-19

Setelah Pemilik Meninggal karena Corona, Pabrik Cipta Rasa Kecap Cap Tomat Lombok Kembali Beroperasi

10 Menit, Wanita Muda Ini Guling-guling di Jalan Raya, Bangkit Lalu Jalan Sempoyongan

BNNP Jatim bersama BNNP Jateng melakukan penggrebekan di Cluster Graha Taman Pelangi Blok C3, Kawasan BSB, Mijen, kota Semarang, Minggu (18/5/2020).
BNNP Jatim bersama BNNP Jateng melakukan penggrebekan di Cluster Graha Taman Pelangi Blok C3, Kawasan BSB, Mijen, kota Semarang, Minggu (18/5/2020). (ISTIMEWA)

Rumah mewah itu diduga dijadikan sebagai tempat untuk memproduksi sabu.

Dari informasi yang dihimpun, seorang oknum pengurus PSSI dan mantan pemain bola terlibat dalam pengedaran sabu dari rumah produksi tersebut.

Kemudian, pelaku lainnya yang ditangkap adalah ESI (50) warga kabupaten Lamongan dan NA (36) Warga kabupaten Kendal.

Saat dikonfirmasi, Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan membenarkan adanya penggrebekan tempat produksi sabu di BSB, Mijen, Semarang.

Dalam hal ini, BNNP Jateng ikut membantu penggrebekan yang dilakukan BNNP Jatim.

"Kita (BNNP Jateng) tetap akan melakukan penyelidikan atas temuan ini karena tempat produksinya di Jateng.

Dikhawatirkan beredar luas di sini," kata Benny saat dikontak Tribunjateng.com, Senin (18/5/2020).

Halaman
1234
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved