Berita Salatiga

DPRD Minta Penutupan Pasar Pagi Salatiga Dikaji Mendalam

DPRD Kota Salatiga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melakukan kajian mendalam sebelum menutup sementara aktivitas perdagangan di Pasar Pagi S

TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Salatiga Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (29/4/2020). Pasar ini mulai Senin (27/4/2020) seluruh pedagang diatur berjarak 1 meter atau social distancing. TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - DPRD Kota Salatiga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melakukan kajian mendalam sebelum menutup sementara aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Salatiga.

Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Salatiga Miftah mengatakan persiapan yang matang terkait rencana penutupan sementara Pasar Pagi Salatiga dinilai penting terutama soal dampak ekonomi.

"Ini masukan Komisi B, pemberlakukan pedagang agar menjaga jarak dengan tempat terbatas memang ada kesulitan.

Disebut Fadli Zon Ambil Alih Pekerjaan Tukang Parkir, Ganjar: Maaf Kalau Panjenengan Tak Berkenan

Kader PAN Kota Tegal Sebut Amien Rais Sengkuni Bikin Kisruh Internal, PAN Jateng: Harus Ada Sanksi

Viral Sosok Tante Ernie Tante Pemersatu Bangsa, Juga Dikomentari Hotman Paris

Viral Ular Piton Raksasa Bergelantungan di Atap Rumah Warga, Melahap Bulat-bulat Seekor Posum

Tetapi, jika pasar ditutup dampak ekonomi untuk Salatiga akan sangat luar biasa," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (19/5/2020)

Politisi PKB itu menyampaikan, penerapan physical distancing pada tempat jualan ditemui banyak kendala.

Karenanya DPRD mengusulkan dinas terkait agar membuat model jadwal buka tutup.

Meski demikian lanjut dia, sebelum final diliburkan DPRD mengharap sistem buka tutup dengan penjadwalan dan pengurangan jumlah pedagang untuk dilakukan pengkajian.

"Dari audiensi kemarin kita sudah minta kepada dinas perdagangan untuk meningkatkan disiplin masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan khususnya di komunitas pedagang," katanya

Ia mencontohkan, skema buka tutup atau pembatasan pedang mirip kereta api yang tidak mengangkut seluruh penumpang melainkan hanya maksimal 50 persen dari kemampuan.

Jika memang perkembangan yang positif terpapar di Pasar Pagi semakin bertambah, maka salah satu upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah dengan memperpanjang libur.

"Nah nanti di jadwal, 50 persen pedagang buka alias berjualan dan sebagian lagi 50 persennya tutup, bergantian.

Terjadwal pedagangnya, kami juga minta untuk dilakukan penyemprotan secara menyeluruh," ujarnya (ris)

Pemuda Semarang Ditangkap Tim Elang Gegara Nekat Jual Miras Jenis Ciu di Bulan Ramadhan

Salat Ied di Kabupaten Tegal, Bahrun: Boleh tapi Harus Dibatasi Jumlah Jamaahnya

Belum Bisa Pulangkan Warganya di Jakarta, Pemkab Kudus Kirim Bantuan Sembako

Semua Pengunjung Mall Hypermart Kota Pekalongan Berkeringat Dingin, Was-was Tunggu Hasil Rapid Test

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved