Berita Pati

Stabilkan Harga Gula Jelang Idulfitri, Pemkab Pati Gelar Operasi Pasar

Adanya dua pabrik gula di Kabupaten Pati, lanjut dia, bisa dioptimalkan untuk melaksanakan operasi pasar gula

Istimewa
Bupati Pati Haryanto bersama Forkopimda mengikuti seremoni penyerahan gula secara simbolis yang dilakukan di Aula Kecamatan Batangan, Senin (18/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati melakukan operasi pasar gula pasir menjelang Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriyah di seluruh desa yang ada di Kabupaten Pati.

Ini merupakan operasi pasar tahap kedua. Sebelumnya, menjelang Ramadan, telah dilaksanakan operasi pasar tahap pertama.

Dalam rangka tersebut, Bupati Pati Haryanto bersama Forkopimda mengikuti seremoni penyerahan gula secara simbolis yang dilakukan di Aula Kecamatan Batangan, Senin (18/5/2020).

Ia menyebut, dalam operasi pasar tahap kedua ini, terdapat 366 ton gula pasir yang didistribusikan, untuk dijual dengan harga murah, yakni Rp 12.250 per kilogram. Adapun secara keseluruhan, termasuk tahap pertama 503 ton gula pasir telah didistribusikan dalam giat operasi pasar.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Bulog Sub Divre II Pati, pimpinan PG Trangkil dan pimpinan PG Pakis yang berkontribusi besar dalam pelaksanaan operasi pasar gula di Kabupaten Pati," ujar dia.

Adanya dua pabrik gula di Kabupaten Pati, lanjut dia, bisa dioptimalkan untuk melaksanakan operasi pasar gula.

Haryanto berharap, operasi pasar gula ini berdampak positif pada stabilitas harga gula dan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gula pasir dengan harga terjangkau.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa harga gula saat ini terus meningkat. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Pati saja. Secara nasional trennya juga memang sama. Tentunya operasi pasar gula ini memang sangat dibutuhkan dengan tujuan untuk mengantisipasi terus melonjaknya harga gula. Agar stabil di pasaran sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat," jelas Haryanto.

Untuk mencegah terjadinya kerumunan di tengah pandemi virus corona ini, sistem distribusi yang digunakan dalam operasi pasar gula ini yaitu dari produsen mendistribusikan sampai kecamatan. Kemudian dari kecamatan didistribusikan ke desa atau kelurahan.

Bupati mengungkapkan, sasaran operasi pasar gula adalah masyarakat secara umum yang memiliki daya beli sehingga bisa membantu mewujudkan stabilitas harga. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved