Berita Solo

Dampak Jokowi Naikkan Iuran BPJS, Walikota Solo Surati BPJS Tak Sanggup Bayar Setelah Mei

Pemerintah Kota Solo melakukan audiensi dengan BPJS Kesehatan Surakarta, Rabu (20/5/2020).

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Petugas di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kota Pekalongan sedang melayani masyarakat, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemerintah Kota Solo melakukan audiensi dengan BPJS Kesehatan Surakarta, Rabu (20/5/2020).

Hal ini terkait Pemkot Solo yang hanya bisa melakukan pembayaran angsuran premi sampai bulan Mei ini saja.

Sementara, bulan Juni nanti Pemerintah Kota Solo belum memiliki anggaran untuk membayar premi BPJS masyarakat miskin dan rentan miskin yang di cover APBD Solo.

Curhat Pelaku Bully Rizal Penjual Gorengan di Pangkep: Saya Sudah Tidak Kuat Lagi Tuhan

Bahar Bin Smith Mendekam di Lapas Batu Nusakambangan, Dijaga Hewan Buas dan Susah Sinyal

Disebut Fadli Zon Ambil Alih Pekerjaan Tukang Parkir, Ganjar: Maaf Kalau Panjenengan Tak Berkenan

Kisah Kakak Beradik Asal Kendal Mualaf Saat Ramadhan, Dapat Hidayah Masuk Islam dengan Cara Berbeda

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pihaknya melakukan audiensi dengan BPJS Surakarta dan mengirimkan surat pada BPJS pusat berkaitan persoalan tersebut.

"Sudah kita kirimkan surat," kata Rudy, Rabu (20/5/2020).

Dijelaskan, dalam surat tersebut berisikan kesanggupan Pemkot Solo membayar premi.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) pada bulan Januari hingga bulan Juni, Pemkot Solo diwajibkan membayar Rp 42 ribu per orang.

Lalu pada bulan Juli sampai Desember, nominal yang dibayarkan yakni Rp 25.500.

"Sanggup bayar sampai Mei, tapi kami ada alternatif nanti," kata dia.

Dia mengatakan, ada dua solusi untuk pembayaran BPJS kesehatan ini.

Pertama yakni membayar kekurangan pembayaran premi pada tahun 2021.

Halaman
1234
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved