Breaking News:

Polda Jateng

Polda Jateng Tangkap 2 Dalang Buntut Tragedi Viral Pembuangan Jenazah ABK Indonesia di Kapal China

Viralnya video pembuangan jenazah di laut berbuntut penangkapan seorang Direktur dan Komisaris perusahaan penyalur tenaga ABK khusus kapal China.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: Daniel Ari Purnomo

Parahnya, PT MTB ini ternyata tidak mengantongi Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) sehingga ABK yang disalurkan tidak diawasi.

"Direktur dan komisarisnya kita tahan. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 85 UURI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, maka mereka akan dijatuhi sekitar lima tahun atau hingga 15 tahun penjara," ungkap Iskandar kepada Tribunjateng.com, dalam gelar di Mapolda Jateng, Rabu (20/5/2020).

Dia melanjutkan, dari kasus penyaluran tenaga kerja secara ilegal ini, enam ABK dari Kapal Fu Yuan Yu diketahui melompat ke laut.

Dua orang di antaranya ternyata hingga saat ini belum ditemukan.

"Mereka yang hilang yakni Aditya Sebastian dan Sugiyana Ramadhan."

"Mereka serombongan dengan Taufik yang dilarung pada tahun lalu."

"Saat jenazah Taufik dibuang ke laut, ada enam ABM lainnya melompat ke laut."

"Tapi sampai sekarang, dua yang belum ditemukan."

"Sementara satu orang lainnya kondisinya sudah meninggal dunia," kata Iskandar.

Sementara, Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Budi Haryanto menerangkan, operasional kapal berbendera Tiongkok tersebut diketahui melanggar aturan karena kedapatan memalsukan izin kapal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved