Berita Klaten

339 PNS Klaten Dapat BST, Bupati: Tahap 2 Nanti Mereka Tak Akan Ditransfer

339 penerima Bantuan Sosial Tunai atau BST di Kabupaten Klaten terpaksa dicoret. Mereka berstatus sebagai PNS.

Istimewa
Bupati Klaten Sri Mulyani mengungkapkan telah mencoret/ menghentikan 339 penerima Bantuan Sosial Tunai atau BST akibat tidak layak atau tidak tepat sasaran tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN – 339 penerima Bantuan Sosial Tunai atau BST di Kabupaten Klaten terpaksa dicoret.

Pencoretan itu disebabkan bantuan tidak tepat sasaran.

Mereka yang dicoret pun dihentikan pencairan tahap berikutnya. 

2,5 Jam Mencari Rumah Bu Imas, Anggota DPR Ini Tak Kuasa Menahan Sedih saat Sampai, Ini Janjinya

109 Tenaga Medis Dipecat , Pihak RSUD Ogan Ilir: Mereka Tetap Mogok Meski Tuntutan Sudah Dipenuhi

Fakta Baru Ternyata Bocah Penjual Gorengan Nyaris Tiap Hari Dibully, Polisi Duga Ini Alasan Pelaku

Keringat Keluar Saat Tidur Malam? Bukan Karena Suhu Panas, Bisa Jadi Sebagai Tanda Sakit Ini

Penerima BST yang tidak layak atau tidak tepat sasaran tersebut, di antaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil atau PNS.

Ada juga yang tercatat sebagai  perangkat desa, kepala desa, dan sejumlah data masyarakat penerima yang tidak sesuai dengan kriteria.

“Saya telah mengambil langkah dengan Dinas Sosial Perberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) dari 339 Kepala Keluarga penerima BLT tahap pertama ini nanti tahap kedua otomatis tidak akan ditransfer,” tegas Bupati Sri Mulyani.

Pemkab Klaten, imbuh Bupati Sri Mulyani, telah berkoordinasi dan sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan kepada para penerima yang tidak sesuai tersebut untuk diberikan kepada masyarakat yang berhak dengan kesadaran dan keikhlasan.

Diharapkan para kades maupun camat dapat memfasilitasi agar penerima BST tidak layak yang sudah terlanjur ditransfer tersebut dapat dikumpulkan dan dengan disaksikan Kapolsek, Danramil dan tokoh masyarakat.

Barulah kemudian bantuan tersebut dapat diserahkan pada yang berhak menerima.

“Kira-kira di wilayah ada (salah sasaran), langsung Kepala Desa untuk dikumpulkan dan diteruskan ke  penerima baru."

Halaman
12
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved