Virus Corona Jateng

Pemkab Banyumas Minta Para Pelaku Usaha Toko dan Swalayan Tutup di Hari Lebaran

Perintah penutupan sementara itu dilakukan selama 2 hari saja, yaitu pada hari lebaran tepatnya mulai 24 -25 Mei 2020

Istimewa
Bupati Banyumas, Achmad Husein saat sidak di sejumlah pusat perbelanjaan, Minggu (17/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dalam rangka memutus mata santai penyebaran Covid-19, maka Pemkab Banyumas melalui Surat Edaran Bupati meminta kepada seluruh pelaku usaha toko dan swalayan tutup di hari lebaran. 

Perintah penutupan sementara itu dilakukan selama 2 hari saja, yaitu pada hari lebaran tepatnya mulai 24 -25 Mei 2020.

Perintah itu adalah sesuai berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas Nomor 440/1381/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Banyumas.

2,5 Jam Mencari Rumah Bu Imas, Anggota DPR Ini Tak Kuasa Menahan Sedih saat Sampai, Ini Janjinya

109 Tenaga Medis yang Mogok Kerja Dipecat, Pihak RSUD Ogan Ilir: Ya, Keputusan di Tangan Pak Bupati

Curhat Pelaku Bully Rizal Penjual Gorengan di Pangkep: Saya Sudah Tidak Kuat Lagi Tuhan

Promo Superindo Hari Kerja 18-21 Mei 2020, Khong Guan Diskon 50 Persen, Ini daftar Lengkapnya

"Libur selama dua hari saja, selain itu pasar setelah lebaran semua juga haris patuhi social distancing," kata bupati Banyumas, Achmad Husein, melalui pesan singkat pada Kamis (21/5/2020).

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa, bupati sempat melakukan sidak ke sejumlah toko dan swalayan pada beberapa waktu lalu.

Pada sidak tersebut bupati mendapati aktifitas keramaian para pembeli yang sama sekali tidak menerapkan protokol kesehatan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga jarak dan menghindari kerumunan menjadi hal yang terabaikan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein bahkan turun langsung, mengingatkan sejumlah pengunjung toko dan mall.

Bupati mengingatkan supaya jaga jarak dan jangan berdempetan.

Pada saat memasuki salah satu toko pusat baju di Jalan Jenderal Soedirman, bupati bahkan sempat meminta bertemu dengan manager toko.

Bupati bahkan mengancam akan menutup toko tersebut  jika pihak management toko tidak mampu mengatur pengunjung sesuai protokol kesehatan.

Bupati tidak melarang toko buka dan berjualan namun meminta agar pengaturan jarak dan arahan protokol kesehatan dipatuhi.

Jika tetap tidak mematuhi aturan yang sudah berlaku maka akan diberikan Surat Peringatan (SP1) dari bupati.

Dari hasil sidak tersebut bupati masih mendapati sejumlah keramaian toko perbelanjaan yang belum menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak.

Masih terjadi kerumunan di sejumlah tempat yang dipadati oleh pengunjung yang membeli sejumlah kebutuhan menjelang hari raya idul fitri. (TribunBanyumas/jti)

Viral Habib Umar Assegaf Bangil Bersitegang dengan Petugas di Surabaya Gegara Diminta Putar Balik

Update Corona Indonesia 21 Mei 2020: Pasien Positif Bertambah 973, Total 20.162

Promo Alfamart dan Indomaret Terbaru, Ada Diskon Khusus Sejumlah Produk Sambut Idul Fitri

Beredar Poster Wonosobo Karantina Wilayah hingga Warga Dilarang Keluar Desa, Ini Kata Pemkab

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved