Berita Semarang

Cerita Pelaku Bisnis Oleh-oleh Pandanaran Semarang Kenang Lebaran Tahun Lalu

“Wah kalau dibanding lebaran tahun lalu sangat beda sekali suasanananya, tahun lalu konsumen bisa antri untuk membeli bandeng presto hingga diluar tok

TRIBUN JATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
Situasi di toko Bandeng Presto terlihat beberapa pengunjung tengah membeli oleh-oleh, Sabtu, (23/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - “Wah kalau dibanding lebaran tahun lalu sangat beda sekali suasanananya, tahun lalu konsumen bisa antri untuk membeli bandeng presto hingga diluar toko.

Pada jelang lebaran tahun ini sangat berbeda,” ungkap Admin toko Bandeng Presto, Ida Zubaida ketika mengingat penjualan bandeng presto tahun lalu, Sabtu, (23/5/2020).

Pada bulan ramadan dan jelang lebaran tahun ini tingkat penjualan dan kunjungan konsumen dikatakan Ida sangatlah menurun drastis apabila dibandingkan dengan ramadan dan lebaran tahun lalu.

Viral Nasib Sial Maling Pisang Asal Grobogan di Sukolilo Pati, Mobilnya Hancur Dirusak Massa

Amerika Pasang Bendera Setengah Tiang Selama 3 Hari ke Depan, Donald Trump: Kita Telah Kalah

Karena Keteledoran Ini, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Perintahkan Tutup Pasar hingga Mall

Murahnya Nyawa di Mata 4 Remaja Ini, Bunuh Tukang Becak di Semarang Cuma Ingin Rampas Rp 7.500

Lanjutnya, pada bulan ramadan dan jelang lebaran tahun lalu penjualan bandeng presto di toko Bandeng Presto bisa mencapai 1.500 ekor, sedangkan di tahun ini sehari terjual sekira 500 ekor.

“Jelang lebaran ini toko kami malah lebih banyak melayani penjualan ke luar kota, kebanyakan pembelinya yakni orang asli Semarang yang tidak bisa mudik ke kampung halaman namun tetap ingin mencicipi bandeng presto khas kota kelahirannya.

Rata-rata pembeli dari luar kota, langsung membeli dalam jumlah banyak seperti 4-5 kilogram,” katanya.

Adapun para konsumen yang berasal dari luar kota seperti dari Malang, Jogja, Surabaya dan Jakarta.

Sementara untuk mengoptimalkan penjualan di Kota Semarang, toko Bandeng Presto memberikan layanan pesan antar dengan pembelian minimal Rp 150 ribu, dengan gratis ongkir untuk pengiriman dengan jarak kurang dari 5 kilometer.

Selain bandeng presto, kue mochi dan wingko babat juga merupakan oleh-oleh yang paling diminati konsumen.

Bandeng presto di Toko Bandeng Presto memiliki dua varian yakni bandeng biasa dengan masa ketahanan diluar kulkas selama dua hari seharga Rp 110 ribu per kilogram dan bandeng vacuum dengan masa ketahanan diluar kulkas selama empat hari dengan harga Rp 130 ribu per kilogram (1 kilogram mendapatkan empat ekor bandeng presto).

Halaman
12
Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved