Breaking News:

Idul Fitri 2020

Ini Makna Tradisi Nyekar Bakda Sholat Id di Pantura Barat Jawa Tengah

Tradisi ziarah ke makam anggota keluarga tersebut dalam masyarakat Jawa dikenal sebagai nyekar.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/FAJAR B ACHMAD
Warga nyekar bakda sholat id ke TPU Cleret, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Minggu (24/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Suasana ramai bakda sholat id terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cleret, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Minggu (24/5/2020).

Warga antusias menziarahi sanak keluarga yang dikebumikan di pekuburan ini.

Tradisi ziarah tersebut dalam masyarakat Jawa dikenal sebagai nyekar.

Meski Indonesia tengah dilanda pandemi virus corona atau Covid-19, masyarakat Kota Tegal tak segan melakukan nyekar.

2 Bocah Temukan Emas 1 Kg saat Lockdown Corona setelah Diminta Bangun Gubuk, Ini Kisah Nyatanya

Viral Warga Solo Digegerkan Munculnya Benda Langit Mirip Bintang di Siang Bolong Idul Fitri

Duarrr! Sopir Terpental dan Terbakar saat Truk Tangki BBM Meledak di SPBU Wirosari Grobogan

Mudik Jauh-jauh dari Jakarta, Ternyata Rumah Neneknya Sudah Dijual, DW dan Keluarga Terlantar

Sejarawan Pantura, Wijanarto, mengatakan masyarakat di wilayah Pantura Barat Jawa Tengah memaknai tradisi nyekar sebagai momen silaturahmi mereka yang hidup kepada mereka yang telah meninggal dunia.

Kalau silaturahmi dimaknai berkunjung kepada keluarga dan handai taulan yang masih hidup, nyekar berkunjung kepada keluarga yang telah meninggal dunia.

Dalam prosesi nyekar, masyarakat akan membersihkan makam orangtua dan keluarga.

Kemudian berdoa dan menaburkan bunga.

“Nyekar itu kan sebagai bagian dari ziarah kubur.

Selain itu nyekar bagian untuk mengingatkan yang mati kepada yang hidup.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved