Breaking News:

Berita Karanganyar

Pasca-Lebaran Harga Daging Ayam di Karanganyar Capai Rp 40 Ribu Perkilogram

Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional wilayah Kabupaten Karanganyar mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Suyati, pedagang daging ayam di Pasar Tawangmangu Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional wilayah Kabupaten Karanganyar mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar, pantauan harga daging ayam boiler di lima pasar yakni Pasar Tawangmangu, Jatipuro, Jungke, dan Jambangan masih terbilang tinggi. Harga daging ayam boiler berkisar Rp 36 ribu hingga Rp 40 ribu.

Pedagang di Pasar Tawangmangu, Suyati (50) menyampaikan, kenaikan harga daging ayam terjadi sejak H-1 lebaran.

Biasanya ia menyetok daging ayam sekitar 5 kuintal setiap harinya. Namun karena ada kenaikan harga terpaksa, ia mengurangi jumlah stok dagangannya.

Ini Deretan Ponsel Kapasitas Penyimpanan 6 GB RAM Harga Rp 3 Jutaan

Video Remaja 18 Tahun Digilir 5 Pria Dalam Rumah Kosong di Tulungagung Viral, Ini Fakta-faktanya

Hasil Rapid Test, Sopir Pribadi Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo Dinyatakan Reaktif Corona

Jalin Cinta dengan Pria 35 Tahun, Ayah Bunuh Putrinya saat Tidur Pulas secara Brutal

 

"Nyetok biasanya 5 kuintal, ini dikurangi satu kuintal. Sehari kadang habis, kadang tidak. Sebelumnya harga daging ayam Rp 25 ribu per kilo, sampai sekarang harganya Rp 40 ribu per kilo," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/5/2020).

Dengan adanya kenaikan harga daging ayam, pembeli tekadang mengurangi jumlah berlanjaannya. Dijelaskannya, apabila biasanya beli 1 kilo gram, dikurangi menjadi setengah kilo gram.

Menurutnya, lebaran di tengah wabah pandemi virus corona turut berdampak terhadap omzet penjualannya. Minta beli menurun apabila dibandingan dengan momen lebaran tahun lalu.

Penurunan omzet penjualan juga dirasakan pedagang lainnya, Endang (42). Dia menyampaikan, jika dibandingkan tahun lalu, omzet penjualannya menurun derastis.

Lebaran tahun lalu, ia bisa mendapatkan penghasilan kotor mencapai sekitar Rp 20 juta per hari. Namun sekarang hanya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per hari. (Ais)

Inilah 3 Calon Pemenang Sayembara Desain MAJT di Magelang, Berikut Gambar Selengkapnya

Info Gempa Hari Ini: Lombok Barat Diguncang Gempa Magnitudo 4,3 Pukul 14:23 WIB

Dapat Kekerasan dari Keluarga, TM Melahirkan Bayi di Kebun Belakang Hotel Bandungan

Soal New Normal Life, Guru Besar Undip Prof Budi: Hindari Statemen yang Membingungkan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved