Breaking News:

DPRD Kabupaten Pekalongan

DPRD Kabupaten Pekalongan Minta Pelaksanaan New Normal Bidang Pendidikan Harus Diperhatikan

Dalam waktu dekat, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan baru berupa new normal di sejumlah bidang.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun 

"Kemudian yang perlu diperhatikan di kawasan pondok pesatren adalah soal keberadaan mandi, cuci, kakus (MCK). Di beberapa tempat, MCK tidak sebanding dengan jumlah santri yang tinggal di pondok pesantren. Untuk itu, pemerintah setempat juga perlu memperhatikannya sehingga upaya pencegahan penularan penyakit di kawasan ponpes bisa sekecil mugkin diminimalisir," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarwati mengatakan pihaknya sudah siap menyongsong pelaksanaan New Formal di bidang pendidikan.

Bahkan, pihaknya juga telah mengelar rapat koordinasi dengan para kepala sekolah membahas permasalahan tersebut. Sebab di bulan ini, ada kegiatan penting yang harus dilakukan di sekolah seperti kelulusan SMP, SD, dan penerimaan siswa baru.

"Guna menghadapi semua kegiatan ini, Dinas Pendidikan telah melakukan edukasi supaya pelaksanannya tetap menggunakan protokoler kesehatan,'' katanya

Kemudian, mengenai penerimaan siswa baru, meski bisa menggunakan secara online namun dalam melakukan input data para orang tua calon siswa didik akan datang ke sekolah. Tentunya, pihak sekolah tidak dapat menolak orang tua siswa yang menyerahkan arsip datan putra putrinya.

Supaya tetap memberikan pelayanan prima, maka edukasi yang diterapkan dengan menambah tempat pelayanan.

"Biasanya, saat pendaftaran siswa baru hanya menggunakan satu ruangan, namun karena harus menerapkan prtokoler kesehatan maka ruang pelayanan ditambah."

"Dengan demikian, para orangtua tidak 'uyel-uyelen' saat menyerahkan berkas anaknya dan physical disntansing tetap bisa dijalankan dengan baik," imbuhnya.

Demikian juga ketika pelaksanaan belajar mengajar di sekolah, yang rerncananya berlangsung bulan Juli, semua sekolah harus tetap mengutamakan ptotokoler kesehatan.

"Hingga saat ini, Dinas Pendidikan masih menunggu petunjuk dan arahan dari pemerintah pusat. Penyediaan sarana cuci tangan di masing-masing sekolah harus lebih dari satu dan saat berada di kelas tetap memakai masker," tambahnya. (Dro)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved