Breaking News:

Berita Nasional

Menteri Agama Keluarkan Surat Edaran Panduan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah, Simak Selengkapnya

Kemenag RI mengeluarkan Surat Edaran bernomor: SE.15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Menteri Agama Republik Indonesia Fachruk Razi ketika menyampaikan Surat Edaran tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah bertempat di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (30/5/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengeluarkan Surat Edaran bernomor: SE.15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

Hal itu disampaikan Menteri Agama RI, Fachrul Razi dalam konferensi pers Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi bertempat di Graha BNPB Jakarta, Sabtu (30/5/2020) sore.

"Dalam rangka mendukung fungsionalisasi rumah ibadah pada masa pendemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), perlu dilakukan pengaturan kegiatan di rumah ibadah melalui adaptasi ke perubahan kegiatan keagamaan menuju masyarakat produktif dan aman Covid," ucap Fachrul Razi.

2 Putri Konglomerat Temani Rekannya Labrak Artis yang Dituduh Jadi Pelakor, Libatkan Pria Bersenjata

Admin Pengunggah Video Syur Mirip Syahrini Ternyata Dijakukan Sebagai Penerima Bansos Covid 19

Segini Biaya dan Cara Urus Surat Keterangan Bebas Covid-19 di Semarang

Kisah Pilu Nenek di Kedungjati Kebumen Meninggal ketika Dapurnya Terbakar

Menurutnya, penerapan panduan ini diharapkan dapat meningkatkan spiritualitas umat beragama dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta dampaknya, sekaligus meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi.

Dia menuturkan, SE tersebut diterbitkan sebagai respon atas kerinduan umat beragama untuk kembali melaksanakan ibadah di rumah ibadah masing-masing dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko
ancaman dampaknya.

"Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik pencegahan persebaran Covid- 19.

Panduan ini mengatur kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status zona yang berlaku di daerah," ucapnya.

Dia melanjutkan, meskipun daerah berstatus zona kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan
ibadah berjamaah/kolektif.

Berikut Ketentuan Lengkapnya:

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved