Breaking News:

Olimpiade Tokyo

PBSI Minta Penjelasan BWF, Aturan Baru Kualifikasi Olimpiade Tokyo Rugikan Ganda Campuran Indonesia

PBSI Minta Penjelasan BWF, Aturan Baru Kualifikasi Olimpiade Tokyo Rugikan Ganda Campuran Indonesia

Penulis: Fachri Sakti N | Editor: abduh imanulhaq
BADMINTON INDONESIA Via Bolasport.com
PBSI Minta Penjelasan BWF, Aturan Baru Kualifikasi Olimpiade Tokyo Rugikan Ganda Campuran Indonesia 

Ia menjelaskan bahwa di tahun ini BWF masih mempertimbangkan mengenai aturan pembatasan perjalanan di setiap negara peserta serta berbagai aturan lain yang merupakan dampak dari wabah Covid-19.

Berikut ketentuan baru kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020:

1. Semua poin yang telah didapat atlet dari turnamen yang telah selesai pada masa kualifikasi olimpiade (sampai All England 2020) akan tetap masuk dalam poin Race to Tokyo.

2. Turnamen-turnamen yang telah dijadwal ulang oleh BWF terhitung dari Agustus-Desember 2020, hasilnya tidak akan masuk ke perhitungan poin Race to Tokyo.

3. Periode kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 akan dimulai lagi pada minggu pertama hingga minggu ke-17 di tahun 2021, hanya mencakup turnamen yang telah tertunda atau batal akibat dampak Covid-19 di tahun 2020, diantaranya: German Open, Swiss Open, Lingshui China Masters, Orleans Masters, India Open, Malaysia Open, Singapore Open serta kejuaraan kontinental individual (Badminton Asia Championships, European Championships dan sebagainya).

4. Pemain dari Tiongkok dan Hong Kong yang tahun ini tidak mendapat poin dari kejuaraan Badminton Asia Team Championships 2020 (BATC) di Manila, Filipina, pada Februari lalu, akan mendapat poin dari Badminton Asia Mixed Team Championships 2021 (BAMTC). Hal ini dikarenakan absennnya kedua tim tersebut diakibatkan oleh peraturan pembatasan perjalanan akibat Covid-19 dari pemerintah Filipina.

Sebagai catatan di poin terakhir, tim Tiongkok dan Hong Kong akan mendapatkan poin dari BAMTC 2021.

Kejuaraan beregu Asia setiap tahunnya memainkan format pertandingan yang berbeda.

Di tahun genap, BATC menggunakan format sesuai dengan format Piala Thomas dan Uber karena kejuaraan tersebut juga dimainkan di tahun genap.

Format yang digunakan di Piala Thomas dan Uber adalah di masing-masing tim putra dan putri memainkan pertandingan di lima nomor yang terdiri dari tiga pemain tunggal dan dua pasang ganda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved